LAMPUNG - Nilai impor Provinsi Lampung pada Juni 2014 mencapai 318,6 juta dolar Amerika Serikat atau naik 21,13 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
"Nilai impor pada Juni 2014 naik sebesar 55,6 juta dolar AS dibandingkan Mei 2014," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Bambang Widjonarko di Bandar Lampung, Rabu (6/8/2014).
Ia menjelaskan, pada bulan sebelumnya, impor pada Mei adalah sebesar 263 juta dolar AS. Nilai tersebut masih lebih tinggi 3,2 juta dolar AS atau satu persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Berdasarkan data BPS Provinsi Lampung, kenaikan impor paling banyak terjadi pada migas yang mencapai 47 juta dolar AS atau 35,10 persen.
"Tiga golongan utama yang mengalami kenaikan adalah gula, kembang gula, pupuk, dan gandum-ganduman," ujarnya, seperti dilansir aktual.co.
Gula dan kembang gula nilai impor naik sebesar 17,7 juta dolar AS atau sebesar 84,40 persen, pupuk sebesar 1,5 juta dolar AS atau sebesar 124,31 persen, dan gandum-ganduman naik sebesar 24,46 persen.
Sedangkan dua golongan utama yang mengalami penurunan nilai impor, yaitu ampas/sisa industri dan binatang hidup, yang masing-masing mengalami penurunan sebesar 49,81 persen atau 14,1 juta dolar AS, dan 51,77 persen atau senilai 13,3 juta dolar AS.
Negara pemasok impor terbesar ke Provinsi Lampung pada Juni 2014 adalah Singapura, yaitu sebesar 86,7 juta dolar AS, Saudi Arabia sebesar 79,8 juta dolar AS, Australia 28,4 juta dolar AS dan Thailand 26,6 juta dolar AS.
"Jika dilihat menurut pemasok negara, impor terbesar berasal dari kelompok negara utama lainnya yang mencapai 153 juta dolar AS, kemudian diikuti Asean 145,2jutadolar AS, dan Uni Eropa sebesar enam juta dolar AS.
