LAMPUNG SELATAN - Tim Search and Rescue (SAR) gabungan belum menemukan penumpang seorang anak usia bawah lima tahun yang jatuh dari KMP Windu Karsa Aditya di perairan Selat Sunda antara Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauheni.
"Korban diketahui bernama Ilham (2,5) warga Simpang Haru, Padang, Sumatera Barat," ungkap Manager Operasional PT ASDP Cabang Bakauheni Heru Purwanto, Senin (14/7/2014).
Dia mengatakan, peristiwa balita nahas itu terjadi Sabtu (12/7/2014) pukul 22.00 WIB saat menumpang kapal itu dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menuju Pelabuhan Merak, Banten. Seorang penumpang balita itu diketahui terjatuh dari KMP Windu Karsa Dwitya di perairan Selat Sunda.
Saat itu, Ilham yang sedang duduk bersama orangtuanya terjatuh dari tangga aper dek ke klas. Korban bersama orangtuanya Novita Loli (39) tujuan Jakarta dengan menggunakan bus NPM nopol BA 7677 BU.
Dia menyebutkan, petugas tim penolong yang melibatkan 35 orang terus melakukan penyisiran di perairan Selat Sunda. Namun, hingga kini korban belum ditemukan karena kondisi cuaca di perairan itu kurang baik.
"Kami terus melakukan pencarian jika cuaca perairan Selat Sunda sudah kembali normal," kata Heru.
Dari manifest penumpang yang diberikan oleh Anak Buah Kapal Windu Karsa Dwitya kepada lampungonline.com, kapal Windu Karsa Dwitya milik PT Windu Karsa Dwitya berangkat dari Pelabuhan Bakauheni dengan Nahkoda Abdul Aziz. Kapal yang melayani rute pelayaran di Selat Sunda tersebut berangkat dengan mengangkut sekitar 16 kendaraan roda dua, kendaraan pick up sebanyak 4 buah, bus besar 4 buah dengan penumpang 120 orang, truk besar sekitar 22 unit, truk barang sekitar 16 unit.
Kapal baru berjalan 3 mil dari Pelabuhan Bakauheni tepatnya di Pulau Prajurit, anak yang berusia 2,5 tahun terjatuh dari kapal. Saat itu balita tersebut tengah duduk bersama orangtuanya. Dan hingga kini masih dalam pencarian tim SAR. (Henk Widi)
