Notification

×

Tarif Listrik Resmi Naik, Pelayanan PLN Lampung Buruk

01 July 2014 | 16:07 WIB Last Updated 2014-07-01T09:07:15Z
Yusuf Kohar

LAMPUNG -
Sejumlah pengusaha Lampung keberatan tarif listrik naik per Juli 2014. Sebab, kenaikan tidak sebanding dengan pelayanan buruk PLN selama ini.

"Kenaikan TDL (tarif dasar listrik) memang tidak bisa kita hindari. Tapi akan menjadi timpang, jika saja kenaikan tidak diimbangi dengan pelayanan," kata Ketua Asiosi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung, Yusuf Kohar, Senin (30/6/2014).

Dia menilai, selama ini pelayanan PLN banyak dikeluhkan masyarakat. Termasuk para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), karena listrik sering byar pet. "Kalau tarif naik, lalu masih terjadi byar pet. Ini yang dikeluhkan UKM," ujarnya.

Para pengusaha yang masuk dalam wadah Apindo Lampung, kata Yusuf Kohar, memang sudah mengantisipasi kenaikan tersebut. Dengan demikian, kecil kemungkinan untuk gulung tikar. Tapi, sambung dia, jika PLN tidak memberikan pelayanan yang baik, jelas pengusaha akan kecewa.

Berkenaan dengan kenaikan TDL rumah tangga, Hartati, Ibu Rumah Tangga di Kecamatan Tanjungkarang Timur mengaku keberatan. Alasannya sama saja, karena pelayanan PLN sangat mengecewakan.

"Gimana mas, sering mati lampu terus gini. Gak apa-apa naik, asal lampu tidak sering mati," ujar dia.

DPR RI ke Lampung

Pengamat Ekonomi dari Universitas Lampung (Unila), Asrian Hendi Cahya juga menyoroti kinerja buruk PLN. Dia menilai, kenaikan tarif listrik tidak ada kaitannya dengan pelayanan.

"Kita banyak mengandalkan listrik dengan BBM. Harusnya listrik banyak menggunakan tenaga panas bumi, air, matahari dan lain-lain, termasuk dari bioetanol atau solar," ujar Asrian.

Menurut hematnya, kenaikan TDL pasti membenani industri dan golongan rumah tangga. Pasalnya, hal itu dapat mengurangi daya saing. Biaya produksi naik terus sementara beban hidup semakin berat.

"Apalagi saat ini memasuki puasa dan menghadapi lebaran. Belum lagi tahun ajaran baru," ungkapnya.

Terpisah, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lampung, Subadrayani Moersalin meminta kepada DPR RI Dapil Lampung turun ke lapangan untuk melihat infrastruktur kelistrikan yang ada di daerah ini.

Dengan begitu, perwakilan DPR bisa tahu dan mengerti bahwa infrastruktur listrik di Lampung sedang bermasalah. DPR, kata dia, bisa menyampaikan persoalan ini kepada pemerintah pusat.

"Selama ini Komisi 7 DPR RI Dapil Lampung seperti tidak mengerti permasalahan listrik di Lampung. Mereka harusnya cepat tanggap menyelesaikan. Harus turun, jangan turun saat kampanye saja," sindirnya.

YLKI Lampung menilai, selama ini pelayanan listrik di Lampung tidak seimbang dengan harga yang harus dibayar oleh masyarakat.

"Berbarengan dengan kenaikan TDL, semestinya juga infrastruktur listrik dibenahi. Dengan menambah pasokan listrik sampai ke desa-desa dan tidak ada lagi byar pet. Kalau itu masih terjadi, jelas merugikkan masyarakat dan konsumen," tandasnya. (kt)