Notification

×

Merak Tak Lagi Memadai, Bakauheni Harus Diperluas

29 July 2014 | 15:29 WIB Last Updated 2014-07-29T08:29:45Z

JAKARTA - Usai memantau sejumlah titik rawan macet, Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung berpendapat ada beberapa hal yang harus dievaluasi. Pertama, dia melihat kondisi pelabuhan Bakauheni, Lampung, yang saat ini memiliki 5 dermaga.

"Pelabuhan Bakauheni sudah bagus, hanya menurut saya ada peluang untuk memperluasnya, sehingga arus keluar angkutan akan semakin efektif," tuturnya, Senin (28/7/2014).

Menurut dia, dermaga di pelabuhan tersebut bisa ditambah menjadi 10, yang nantinya bisa disandari oleh kapal-kapal besar. Itu nantinya akan seperti jembatan laut. Selain itu, dia juga berencana untuk membuat tol sumatera yang menghubungkan Pelabuhan Bakauheni dengan Bandar Lampung. Hal tersebut selain bisa mengurai kemacetan, tentunya akan membuat efisiensi ekonomi.

Sementara untuk Pelabuhan Merak, dia menilai pelabuhan tersebut sudah tidak memadai lagi. Pelabuhan tersebut kecil dan sudah tidak bisa diperluas lagi. Selain itu, ada kawasan di tengah pelabuhan yang tidak bisa dimiliki.

Meskipun akan dibangun Jembatan Selat Sunda yang nantinya menghubungkan Pulau Sumatera dan Jawa, menurut CT, pembangunan tersebut memakan waktu yang lama. 

"Saya tidak bisa menunggu hingga saat itu. Makanya di anggaran 2015 saya mengusulkan feasibility study (studi kelayakan) untuk hal tersebut. Kalau ada pembebasan lahan, kami bebaskan. Kalau tidak ada, kita buat konsep seperti Kali Baru," tuturnya, seperti dilansir tempo.co.

Konsep tersebut menurutnya lebih cepat, efisien, dan murah. Nantinya tidak ada truk atau mobil yang parkir di luar tol. Dari tol akan langsung menuju pelabuhan, sehingga yang tidak mengarah ke pelabuhan tidak boleh melewati tol tersebut.

Dia juga berharap, Pelabuhan Bakauheni-Merak dan Ketapang-Gilimanuk bisa menjadi pelabuhan internasional, sehingga bisa menarik pengusaha asing maupun domestik menggunakannya.

Usai lebaran, Chairul akan menemui Menteri Perhubungan dan Menteri Pekerjaan Umum terkait masalah tersebut. Untuk tahun ini, arus mudik menurut CT lebih baik, terlebih dari sisi manajemennya. 

"Namun bukan berarti permasalahan selesai," tutur CT.