Notification

×

Kapten Selamet, 10 Tahun Tak Lebaran Bersama Keluarga

29 July 2014 | 16:55 WIB Last Updated 2014-07-29T09:55:00Z


LAMPUNG SELATAN - Bagi sebagian besar warga Indonesia yang beragama Islam, perayaan Idul Fitri atau lebaran menjadi sebuah perayaan keagamaan sekaligus berkumpul bersama keluarga. Namun berbeda dengan orang kebanyakan hal tersebut tak dirasakan oleh para nakhoda kapal roro di Selat Sunda.

Salah satu nakhoda kapal roro yang tak merayakan lebaran seperti dialami Kapten Selamet, nakhoda KMP Raja Rakata. Sekadar informasi, KMP Raja Rakata merupakan salah satu armada kapal roro milik PT Jemla.

Kepada lampungonline.com, Kapten Selamet mengungkapkan jika dirinya sudah sekitar 10 tahun tak pernah merayakan lebaran bersama anggota keluarganya di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Demi tugas saya rela tak berkumpul bersama keluarga saat arus mudik dan arus balik Lebaran. Tapi saya diberi waktu cuti setelah arus mudik dan arus balik berakhir," ungkapnya, saat ditemui di ruang nakhoda, Selasa (29/7/2014) ketika KMP Raja Rakata sandar di dermaga III Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.



Ia juga mengungkapkan, selain tak bisa berkumpul bersama keluarga saat lebaran, sebuah beban besar tergantung di pundaknya. Kapten Selamet mengungkapkan, ia bertanggungjawab atas keselamatan ribuan penumpang yang menyeberang dari Bakauheni ke Merak dan sebaliknya, yang melintas di Selat Sunda dengan kapal yang di nakhodainya.

Perasaan was-was selalu ia rasakan, terutama saat cuaca sedang tak bersahabat. Sebab menurutnya keadaan cuaca di perairan terkadang berubah tak menentu. Namun ia mempercayakan keselamatan penumpang serta kapal berikut kru kepada Tuhan.

Selain itu kerjasama Anak Buah Kapal (ABK)mulai dari ruang mesin hingga semua awak kapal di ruang kemudi menjadi kunci keselamatan yang juga penting.

Meskipun merelakan tak berlebaran saat ini bersama isteri dan ketiga anaknya, namun ia mengaku bahagia. karena bisa melayani dan menghantarkan ribuan orang dalam arus lebaran selama hampir 10 tahun.



"Bahagia tiap mengingat berkat kapal kami, kerjasama kru kami ribuan orang bisa berkumpul bersama keluarganya di tanah Sumatera maupun di Pulau Jawa," ujarnya.

Ia selalu berharap selama arus mudik dan balik semua armada kapal yang melayani rute pelayaran di Selat Sunda tetap dalam kondisi baik. Sebab menurutnya tradisi mudik sudah melekat bagi seluruh warga Indonesia. Ia pun menyadari, tak hanya nakhoda yang membaktikan dirinya bagi para pemudik.

"Ada sopir, pilot, masinis, anggota TNI, polisi serta banyak abdi negara lain justru bertugas demi arus mudik dan balik tiap tahunnya.Saya tak sendiri, jadi saya selalu bersemangat, " terangnya.

Kapten Selamet pun selalu berdoa diberi kesehatan serta mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Tetap berharap bisa berkumpul bersama keluarganya meskipun sesudah lebaran.

Semuanya demi menjalankan tugas sebagai nakhoda yang menyeberangkan ribuan pemudik dari Pulau Jawa dan sebaliknya ke Pulau Sumatera. (Henk Widi)