![]() |
| KMP Panorama Nusantara. (Widi/LO) |
LAMPUNG SELATAN - Jelang angkutan mudik Idul Fitri, kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas V Bakauheni sudah melakukan uji petik terhadap kapal-kapal yang berlayar di Selat Sunda. Uji petik dilakukan terhadap kapal-kapal roll-on roll-off (roro) yang berlayar, terutama kelaikan kapal untuk angkutan mudik.
Kepala kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan kelas V Bakauheni Captain Yoshua P.S.I Anthonie MM mengungkapkan, sudah sekitar 38 kapal yang diuji petik dari sekitar 43 kapal, yang kesemuanya dipastikan akan dioperasikan untuk angkutan arus mudik lebaran tahun ini. Termasuk di dalamnya kapal baru MV Virgo milik PT Jemla.
Kapal kapal tersebut sudah diuji petik oleh KSOP kelas V Bakauheni dan KSOP Merak serta pusat.
"Selama seminggu ke depan kita targetkan semua kapal sudah diuji petik. Ada sekitar delapan kapal yang dalam seminggu ini harus segera selesai dan sudah kami selesaikan tiga kapal," ujarnya kepada lampungonline.com di kantornya, Senin (14/7/2014).
Kapal-kapal yang dalam pekan ini telah diuji petik di antaranya, KMP Prima Nusantara, KMP Tribuana I dan KMP Mulawarman. Sedangkan lima kapal lainnya akan segera dilakukan uji petik dalam waktu dekat H-10 angkutan mudik.
Menurut Captain Yoshua, uji petik terutama dilakukan dengan melakukan pemeriksaan alat-alat keselamatan kapal seperti pelampung dan perahu keselamatan. Selain itu, peralatan lain seperti alat komunikasi di dalam kapal menjadi prioritas yang dicek.
"Selain pengecekan alat-alat keselamatan dalam uji petik tersebut, kami selalu menghimbau kepada para nahkoda kapal agar selalu memantau kondisi cuaca dari stasiun BMKG, " ujar Yoshua.
Selain itu, paska kejadian kecelakaan terjatuhnya balita di Selat Sunda, KSOP Bakauheni memberikan imbauan kepada para nakhoda kapal yang berlayar di Selat Sunda.
Imbauan tersebut di antaranya, nakhoda harus berada di atas kapal selama berlayar, nakhoda sebelum berlayar wajib memastikan bahwa kapalnya laik laut, nahkoda agar selalu mengecek kesiapan dari alat alat penolong serta alat pendeteksi dini terhadap bahaya kebakaran, mentaati dan melaksanakan peraturan pencegahan tabrakan di laut (COLREG 72) dalam bernavigasi.
"Selama seminggu ke depan kita targetkan semua kapal sudah diuji petik. Ada sekitar delapan kapal yang dalam seminggu ini harus segera selesai dan sudah kami selesaikan tiga kapal," ujarnya kepada lampungonline.com di kantornya, Senin (14/7/2014).
Kapal-kapal yang dalam pekan ini telah diuji petik di antaranya, KMP Prima Nusantara, KMP Tribuana I dan KMP Mulawarman. Sedangkan lima kapal lainnya akan segera dilakukan uji petik dalam waktu dekat H-10 angkutan mudik.
Menurut Captain Yoshua, uji petik terutama dilakukan dengan melakukan pemeriksaan alat-alat keselamatan kapal seperti pelampung dan perahu keselamatan. Selain itu, peralatan lain seperti alat komunikasi di dalam kapal menjadi prioritas yang dicek.
"Selain pengecekan alat-alat keselamatan dalam uji petik tersebut, kami selalu menghimbau kepada para nahkoda kapal agar selalu memantau kondisi cuaca dari stasiun BMKG, " ujar Yoshua.
Selain itu, paska kejadian kecelakaan terjatuhnya balita di Selat Sunda, KSOP Bakauheni memberikan imbauan kepada para nakhoda kapal yang berlayar di Selat Sunda.
Imbauan tersebut di antaranya, nakhoda harus berada di atas kapal selama berlayar, nakhoda sebelum berlayar wajib memastikan bahwa kapalnya laik laut, nahkoda agar selalu mengecek kesiapan dari alat alat penolong serta alat pendeteksi dini terhadap bahaya kebakaran, mentaati dan melaksanakan peraturan pencegahan tabrakan di laut (COLREG 72) dalam bernavigasi.
"Kemudian, memastikan bahwa alat alat navigasi seperti radar, VHF, steering dan lain-lain berfungsi dengan baik sebelum berlayar, para kru kapal non pelaut seperti sekuriti petugas kantin dan lain-lain agar dibuatkan daftar non pelaut dan dimasukkan ke dalam kru list," jelasnya. (Henk Widi)
