![]() |
| Albar Hasan Tanjung (kedua dari kanan). (ist) |
LAMPUNG - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Lampung menyiapkan sebanyak 985 unit bus antarkota dalam provinsi dan 553 bus antarkota antarprovinsi untuk angkutan Lebaran 1435 Hijriah.
"Bus-bus tersebut nantinya akan diberikan stiker khusus cek kelayakan agar keselamatan penumpang saat mudik benar-benar terjaga," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Albar Hasan Tanjung, Rabu (2/7/2014).
Dengan jumlah bus sebanyak itu, ia memastikan penumpang akan mendapatkan tempat duduk. Ia menjelaskan, Dishub akan mengecek semua kendaraan. Bila masih ada kendaraan yang tidak layak jalan maka diberikan surat teguran kepada pemilik kendaraan tersebut untuk tidak mengoperasikan kendaraannya.
"Karena kendaraan tersebut dapat membahayakan penumpang, sedangkan untuk kendaraan yang layak akan diberikan stiker yang menyatakan kendaraan tersebut layak operasi," jelasnya.
Sementara untuk rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan, Dishub Lampung sedang melengkapinya di ruas jalan lintas tengah, barat, dan timur Sumatera sehingga para pemudik dapat mengetahui kondisi jalan di sepanjang lintas Sumatera tersebut.
Pemudik juga diminta berhati-hati melintasi jalan-jalan lintas Sumatera mengingat rawan kecelakaan.
Dishub Provinsi Lampung mencatat terkait rawan kecelakaan ada 27 titik, dimulai dari Lintas Tengah (Bakauheni-Perbatasan Sumsel), lalu Lintas Timur (Bakauheni-Simpang Pematang), dan rawan longsor di Lintas Barat (Bakauheni-Bukit Kemuning-Liwa).
"Bagi para pemudik yang mengatuk atau kelelahan dianjurkan untuk istirahat untuk menghindari kecelakaan, Dishub juga nanti akan membuat pos-pos peristirahatan di beberapa titik jalan yang dilalui para pemudik," ujar Albar, seperti dilansir ciputranews.com.
Ia menambahkan, pada angkutan mudik Idul Fitri tahun 2014, ASDP juga telah mempersiapkan 27 kapal feri, dengan 108 trip dan diperkirakan dapat mengangkut 170 ribu penumpang.
Menjelang H-4 kendaraan truk tidak boleh lagi melintasi jalan, baik lintas timur, tengah, dan barat Sumatera, kecuali untuk angkutan kebutuhan sembako masih tetap bisa melintas jalan tersebut.
