retweet
JAKARTA – INVESTOR DAILY (10/07/2014) : Pemerintah mulai membebaskan lahan untuk tiga hingga empat ruas tol trans-Sumatera pada tahun depan. Sedangkan tahun ini pembebasan lahan sudah dimulai untuk empat ruas tol.
Kepala Subdirektorat Pengadaan Lahan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Achmad Herry Marzuki mengungkapkan, proyek tol di Sumatera yang dalam proses pembebasan lahan adalah tol Palembang-Indralaya, tol Pekanbaru-Kandis-Dumai, tolmedan-Kualanamu-Tebing tinggi, dan tol Medan-Binjai.
“Tol-tol ini sudah ada lahan yang dibebaskan dan sebagian masih dalam tahap pengukuran dan inventarisasi,” ungkap dia kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini.
Hingga saat ini, progres pembebasan lahan untuk tol Palembang Indralaya secara total baru 13,89% atau sekitar 41,96 hektare (ha) dari total kebutuhan lahan seluas 302 ha. Namun, untuk seksi I tol ini dari KTM Rambutan-Indralaya sepanjang 10 kilometer (km) sudah mencapai 78%. Sedangkan seksi II Pemulutan-KTM Rambutan sepanjang 5 km sudah selesai pemasangan patok dan seksi III Palembang-Pemulutan sepanjang 7 km sedang dalam proses pemasanagan patok right of way (ROW).
Hery mengatakan, untuk tol Pekanbaru-Kandis-Dumai sepanjang133,95 km, lahan yang sudah dibebaskan baru mencapai 7,72% atau sekitar 71,37 hektare (ha) dari total kebutuhan 925 ha. Dia optimistis setidaknya hingga akhir tahun bisa membebaskan lebih dari 50%.
Adapun tol Medan-Binjai saat ini masih dalam tahap pengukuran dan direncanakan proses pengadaan lahan dapat dilakukan pada tahun ini. Meski demikian, jalan tol sepanjang 16 km ini sudah memiliki detail engineering design (DED) dan mengantongi surat persetujuan penetapan lokasi pembangunan (SP2LP) dari pemerintah daerah setempat.
“Kalau tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sudah bagus. Lahan yang dibebaskan sudah 78,75%,” ujar dia. Adapun kebutuhan lahan untuk jalan tol sepanjang 61,70 kilometer ini mencapai 443,86 ha dan yang sudah dibebaskan seluas 349,35 ha.
Untuk jalan tol ini, pemerintah membagi pengerjaan konstruksinya menjadi dua, yaitu antara pemerintah dan badan usaha jalan tol (BUJT). Adapun porsi pemerintah untuk seksi I Medan-Kualanamu sepanjang 17,8 km saat ini tengah dikonstruksi, menyusul lahan yang sudah bbas mencapai 80,88%.
Sedangkan seksi II Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 43,9 km lahan yang sudah bebas sebanyak 77%. Bahkan, pemerintah melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sudah mencapai calon tunggal pemenang tender itu adalah konsorsium badan usaha milik negara (BUMN) antara PT Jasa Marga TBK, PT Waskita Karya Tbk, PT Hutama Karya.
Kepala BPJT Achmad Gani Ghazali sebelumnya memperkirakan penetapan pemenang tender operator jalan tol Medan-Kualanamu- Tebing Tinggi bisa dipercepat dari Agustus menjadi Juli 2014. Sebab, saat ini, proses negosiasi kontrak sudah mencapai tahap final. “Sekarang sudah final, dan akan dibuatkan berita acaranya. Selanjutnya, itu akan disampaikan kepada board, baik BPJT maupun anggota konsorsium,” ujar dia.
Sementara itu, Herry melanjutkan, pada tahun depan akan dilanjutkan proses pembebasan lahanuntuk tiga hingga empat ruas jalan tol trans-Sumatera. Salah satu ruas tol itu adalah tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 150 km. “Namun, ketiga ruas tol lainnya harus sudah menyelesaikan studi kelayakannya, baru bisa dilakukan pembebasan lahan,” uajr dia.
Ke depan, lanjut dia, proses pembebasan lahan jalan tol akan menggunakan Undang Undang No 2/2012 tentang Pengadaan Lahan bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Regulasi ini akan efektif berlaku pada tahun depan. “Proses biasanya lebih cepat dari saat ini,” kata Herry.
Dihubungi terpisah, Ketua Umum Asosiasi Tol Indonesia (ATI) Fachtur Rochman mengatakan, pemerintah seharusnya sudah menggunakan regulasi ini untuk mempercepat proses pembangunan jalan tol. “Undang-undang ini lebih jelas dan pasti mengenai proses pengadaan lahnnya. Nanti investor hanya tinggal konstruksi dan memelihara saja,” tutur dia. (ean)
http://pkps.bappenas.go.id/index.php/id-ID/berita/143-berita-internal/1236-2015-pembebasan-4-proyek-tol-trans-sumatera-dimulai