![]() |
| Roy Suryo |
MALUKU UTARA - Menpora Roy Suryo mengharapkan kepada pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota di Indonesia untuk tidak bersengketa soal tapal batas wilayah, karena semuanya merupakan bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Provinsi Maluku Utara (Malut) dengan Papua Barat misalnya, jangan saling mengklaim bahwa pulau yang ada di perbatasan kedua provinsi merupakan bagian dari wilayah masing-masing, karena semuanya merupakan wilayah NKRI," katanya pada peringatan Hari Jadi ke-11 Kabupaten Halmahera Selatan di Labuha, Sabtu (7/6/2014).
Menpora mengatakan, di wilayah Papua Barat dan wilayah Malut dibangun tugu khatulistiwa, karena kedua wilayah menjadi jalur khatulistiwa dan ini bisa menjadi simbol bahwa Malut dan Papua Barat bersaudara, sehingga tidak perlu ada permasalahan, termsuk dalam soal sengketa perbatasan.
Sejarah mencatat bahwa kesultanan di wilayah Malut, seperti Kesultanan Bacan, Kesultanan Tidore, Kesultanan Jailolo dan Kesultanan Ternate menunjukan peran besarnya dalam mengusir penjajah serta dalam penderian NKRI dan itu semua harus menjadi motivasi bagi semuanya untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, ujarnya.
Dalam sambutan singkatnya pada peringatan Hari Jadi ke-11 Kabupaten Halsel tersebut, Menpora Roy Suryo juga mengharapkan kepada para pemuda di Indonesia, termasuk di Malut untuk tidak lebai (berlebihan) dalam menyikapi suatu permasalahan, tetapi juga jangan abai (tidak peduli) dalam menyikapi permasalahan itu.
"Pemuda harus menyikapi setiap permasalahan yang terjadi di bangsa ini di tengah-tengah jangan lebai dan jangan pula abai, karena pemuda memiliki tanggung jawab besar sebagai generasi penerus bangsa," kata Roy, seperti dilansir iyaa.com.
Ia juga mengingatkan, kepada para pemuda di Indonesia untuk lebih bijak dan hati-hati dalam memanfaatkan kemajuan teknologi informasi, karena semakin majunya teknologi sekarang, tidak tertutup kemungkinan akan memunculkan pula hal-hal yang dapat merugikan pemuda dan bangsa ini.
Sementara itu, Bupati Halsel Muhammad Kasuba mengatakan, dalam usia Kabupaten Halsel ke-11 berbagai kemajuan telah berhasil dicapai daerah ini, namun masih banyak pula kekurangan dan kendala dalam kegiatan membangun daerah.
Keberhasilan yang dicapai Kabupaten Halsel tersebut, kata Muhammad Kasuba, di antaranya mampu menurunkan angka kemiskinan rata-rata tujuh persen per tahun, sedangkan kendala yang dihadapi di antaranya terbatasnya dana untuk membangun berbagai infrastruktur di daerah ini.
Menpora Roy Suryo berkunjung ke Halsel selain menghadiri peringatan Hari Jadi ke-11 Kabupaten Halsel, juga akan meresmikan tugu khatulistiwa di Pulau Kayoa, Kabupaten Halsel serta melepas lomba renang pemuda yang melibatkan sedikitnya 2.500 peserta.
"Provinsi Maluku Utara (Malut) dengan Papua Barat misalnya, jangan saling mengklaim bahwa pulau yang ada di perbatasan kedua provinsi merupakan bagian dari wilayah masing-masing, karena semuanya merupakan wilayah NKRI," katanya pada peringatan Hari Jadi ke-11 Kabupaten Halmahera Selatan di Labuha, Sabtu (7/6/2014).
Menpora mengatakan, di wilayah Papua Barat dan wilayah Malut dibangun tugu khatulistiwa, karena kedua wilayah menjadi jalur khatulistiwa dan ini bisa menjadi simbol bahwa Malut dan Papua Barat bersaudara, sehingga tidak perlu ada permasalahan, termsuk dalam soal sengketa perbatasan.
Sejarah mencatat bahwa kesultanan di wilayah Malut, seperti Kesultanan Bacan, Kesultanan Tidore, Kesultanan Jailolo dan Kesultanan Ternate menunjukan peran besarnya dalam mengusir penjajah serta dalam penderian NKRI dan itu semua harus menjadi motivasi bagi semuanya untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, ujarnya.
Dalam sambutan singkatnya pada peringatan Hari Jadi ke-11 Kabupaten Halsel tersebut, Menpora Roy Suryo juga mengharapkan kepada para pemuda di Indonesia, termasuk di Malut untuk tidak lebai (berlebihan) dalam menyikapi suatu permasalahan, tetapi juga jangan abai (tidak peduli) dalam menyikapi permasalahan itu.
"Pemuda harus menyikapi setiap permasalahan yang terjadi di bangsa ini di tengah-tengah jangan lebai dan jangan pula abai, karena pemuda memiliki tanggung jawab besar sebagai generasi penerus bangsa," kata Roy, seperti dilansir iyaa.com.
Ia juga mengingatkan, kepada para pemuda di Indonesia untuk lebih bijak dan hati-hati dalam memanfaatkan kemajuan teknologi informasi, karena semakin majunya teknologi sekarang, tidak tertutup kemungkinan akan memunculkan pula hal-hal yang dapat merugikan pemuda dan bangsa ini.
Sementara itu, Bupati Halsel Muhammad Kasuba mengatakan, dalam usia Kabupaten Halsel ke-11 berbagai kemajuan telah berhasil dicapai daerah ini, namun masih banyak pula kekurangan dan kendala dalam kegiatan membangun daerah.
Keberhasilan yang dicapai Kabupaten Halsel tersebut, kata Muhammad Kasuba, di antaranya mampu menurunkan angka kemiskinan rata-rata tujuh persen per tahun, sedangkan kendala yang dihadapi di antaranya terbatasnya dana untuk membangun berbagai infrastruktur di daerah ini.
Menpora Roy Suryo berkunjung ke Halsel selain menghadiri peringatan Hari Jadi ke-11 Kabupaten Halsel, juga akan meresmikan tugu khatulistiwa di Pulau Kayoa, Kabupaten Halsel serta melepas lomba renang pemuda yang melibatkan sedikitnya 2.500 peserta.
