Notification

×

Taman Wisata Lembah Hijau Lampung Rawat Satwa Langka

07 May 2014 | 11:11 WIB Last Updated 2016-07-31T11:57:46Z
M. Irwan Nasution sedang memberi makan seekor badak. (dok. facebook)
 
LAMPUNG - Taman Wisata Lembah Hijau Bandar Lampung merawat sedikitnya delapan satwa langka milik negara yang dititipkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Lampung.
"Satwa-satwa langka tersebut, antara lain empat ekor satwa langka dari BKSDA Sumatera Selatan yang dititipkan warga sebagai wujud makin besar kesadaran masyarakat atas keberadaan satwa tersebut, serta dua ekor buaya muara dan buaya irian," kata Komisaris Utama Taman Wisata Lembah Hijau M. Irwan Nasution di Bandar Lampung, Rabu (7/5/2014).

Buaya muara dan buaya Irian/Papua tersebut berasal dari wilayah Kabupaten Tulangbawang yang merupakan hasil tangkapan warga, serta terdapat buaya muara berukuran berat 300 kilogram yang sengaja ditangkap karena sering naik dan masuk ke permukiman warga sehingga meresahkan masyarakat setempat.

Menurut dia, penyerahan satwa langka itu untuk dititipkan di tempatnya ini merupakan bagian dari kerja sama konservasi alam, khususnya hewan langka dan dilindungi yang akan terus dilestarikan dan dikembangbiakkan untuk menghindari kepunahan.

"Berbagai fasilitas khususnya alam buatan yang menyerupai habitat asli satwa liar ini disiapkan di sini agar dapat dengan cepat beradaptasi di tempatnya yang baru," kata  Irwan, seperti dilansir iyaa.com.

Pihaknya akan berupaya mengembangbiakkan satwa langka tersebut sehingga keberadaannya dapat lestari di negeri ini.

Satwa langka itu, kata dia, seperti beruang madu yang dititipkan BKSDA Lampung jenis kelamin betina, sedangkan Lembah Hijau sudah merawat beruang madu jantan sehingga tinggal menjalani pengembangbiakannya saja.

Kondisi yang diciptakan sealami mungkin itu, menurut dia, ternyata membuat owa sumatra yang dirawat di sini menjadi kegirangan sehingga sesaat setelah dimasukkan ke dalam kandang kembali keluar untuk bergelantungan di pohon yang ada di sekitar kandang.

Menurut Irwan Nasution, keberadaan konservasi satwa ini salah satunya adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai hewan langka dan habitat aslinya.

Sebelumnya, BKSDA Provinsi Lampung menitipkan empat ekor satwa langka yang berasal dari Sumatera Selatan ke Taman Wisata Lembah Hijau.

"Empat hewan langka tersebut diserahkan sebagai bentuk titipan pemerintah mengingat sudah lama dipelihara masyarakat," kata Satur Nino, staf fungsional Pengendalian Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA Lampung, saat penyerahan di Taman Wisata Lembah Hijau Bandar Lampung, Selasa (6/5/2014) petang.

Menurut dia, Taman Wisata Lembah Hijau merupakan salah satu lembaga konservasi satwa yang dinilai representatif karena memiliki fasilitas memadai bagi hewan tersebut.

Satwa langka yang dititipkan itu, di antaranya owa sumatra (Hylobates agilis), siamang (Hylobates sindactylus), beruang (Helarctus malayanus), serta kukang (Nycticebus coucang) masing-masing satu ekor.