![]() |
| Heriyansyah |
BANDAR LAMPUNG - Mantan Kasubbag Umum dan Kepegawaian Rumah Sakit Umum Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung (RSBL) Heriyansyah mengakui merancang skenario rekayasa pembuangan pasien Suparman. Namun Heriyansyah tetap berkeras membantah memberi perintah membuang Suparman.
Hal itu diungkapkan Heriyansyah saat menjadi saksi persidangan perkara pembuangan Suparman dengan enam terdakwa yaitu Muhaimin (sopir ambulans), Rika Ariadi (perawat), Andika (office boy), Andi Febriyanto (office boy), Adi Subowo (office boy), dan Rudy Hendra (juru parkir).
Heriyansyah beralasan, mengatur skenario bahwa Suparman melompat dari mobil ambulans agar kasusnya tidak sampai ke proses hukum.
"Karena saya ditanya terus sama wartawan makanya saya mengatur skenario (rekayasa) pembuangan Suparman," tuturnya pada sidang di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu (7/5/2014) sore.
Heriyansyah juga mengaku hanya bercanda saat memerintahkan pembuangan pasien lanjut usia atas nama Suparman.
“Kalimat buang ke pasar itu hanya bercanda. Saya mikirnya pasti tidak dilakukan (para terdakwa eksekutor),” kata Heriyansyah dihadapan majelis hakim.
Kendati demikian, dia mengaku tidak tahu kemana akhirnya Suparman dibuang. Sebab, para terdakwa tidak melapor kepadanya.“Setelah dipanggil, baru mereka pada mengaku kemana pasien itu dibuang,” ujarnya. (dbs)
