Notification

×

Ketua Komnas HAM Hadiri Deklarasi Seknas Jokowi Lampung

18 May 2014 | 07:22 WIB Last Updated 2016-01-04T04:48:09Z

LAMPUNG - Sekretariat Nasional Joko Widodo (Jokowi) untuk Provinsi Lampung dideklarasikan sebagai bentuk dukungan masyarakat atas pencalonannya sebagai Presiden Indonesia periode 2014-2019.

"Seknas Jokowi di Provinsi Lampung ini dideklarasikan untuk mendukung Jokowi agar berhasil menjadi Presiden RI pada pemilihan presiden mendatang," kata deklarator Seknas Jokowi Lampung, Dedy Mawardi, di Bandar Lampung, Sabtu (17/5/2014).

Menurutnya, kegiatan awal Seknas Jokowi di Lampung adalah diskusi publik bertema 'Menuju Jalan Kemandirian Bangsa', kemudian dilanjutkan karnaval budaya yang akan dilaksanakan Minggu (18/5/2014).

"Hari ini (kemarin), diskusi publik dilakukan dengan menghadirkan panelis atau pembicara dari Jakarta agar dapat mengeksplorasi seluruh harapan masyarakat di daerah ini," kata Dedy yang juga advokat senior di Lampung.

Ia melanjutkan, beberapa panelis diskusi itu adalah anggota presidium Seknas Jokowi Pusat Hilman Farid, Komisioner Komnas-HAM Siti Noor Laila serta akademisi Universitas Muhammadiyah Lampung Dr Jauhari M Zailani MSc.

"Seknas Jokowi Lampung merupakan bagian dari bentuk dukungan masyarakat yang menginginkan perubahan dalam pembangunan ke arah yang lebih maju lagi," ujar Dedy.

Menurut Hilman Farid, anggota presidium Seknas Jokowi Pusat, kegiatan diskusi publik yang mengangkat tema Menuju Jalan Kemandirian Bangsa merupakan gambaran visi dan misi pencapresan Jokowi.

"Menuju bangsa yang mandiri dalam berbagai aspek, ekonomi, sosial, budaya serta aspek-aspek lain, sehingga menunjang terlaksana pembangunan berwawasan nusantara," kata dia, seperti dilansir iyaa.com.

Ia juga menyebutkan, seknas itu merupakan bagian dari berkumpul beberapa elemen masyarakat yang menginginkan Jokowi menjadi presiden Indonesia pada Pilpres 9 Juli 2014 mendatang.

"Saya yakin semakin banyak gerakan yang muncul di Lampung untuk dapat mewujudkan Jokowi menjadi presiden di negeri ini," kata Hilman.