Ketua Dpr: Perlindungan Kepada Anak Harus Maksimal
Thu,08 May 2014 | 14:32
0
0
Jakarta, 8/5 (Antara) - Ketua DPR RI Marzuki Alie mengatakan, maraknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak hendaknya menimbulkan kesadaran bahwa bangsa ini harus memberikan perlindungan maksimal kepada anak.
"Kita tidak mengantisipasi kejadian-kejadian kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak. Padahal kasus seperti ini sudah kerap terjadi di belahan dunia lain," kata Marzuki kepada wartawan di Jakarta, Kamis.
Dia menyatakan, selama ini beranggapan bahwa kehidupan anak baik-baik saja. "Kita terlalu berprasangka baik bahwa kehidupan anak-anak di lingkungan tempat tinggal maupun sekolah baik-baik saja," ujarnya.
Dia prihatin semua kejahatan seksual seolah bermunculan berbarengan padahal sebelumnya hampir tidak pernah terdengar. "Kalau semua terbongkar semua seperti ini dan pelecehan anak, apa artinya selama ini tidak ada kejadian? Saya khawatir masih banyak kasus-kasus lain yang tidak terbongkar," katanya.
Marzuki mengharapkan kasus-kasus lain yang selama ini belum terbongkar harus dituntaskan. Para korban dan pelaku hanya mungkin disembuhkan dengan pendidikan agama karena hanya itu yang dapat mencegahnya.
"Makanya harus dituntaskan karena kalau tidak, akan makin banyak pelaku kejahatan seksual dan kekerasan kepada anak ke depannya," ujar politisi senior Partai Demokrat ini.
Marzuki mengharapkan ada langkah konkrit dari segenap pemangku kepentingan agar dimanapun anak berada terutama di komunitas eksklusif harus diciptakan pengawasan yang ketat. Lembaga pendidikan anak dan tempat bermain anak harus aman dari pelaku tindak kejahatan.
"Bagaimana pun anak itu sangat rentan menjadi korban tindak kejahatan. Jadi harus benar-benar diciptakan tempat yang aman bagi mereka dengan sistem pengawasan berlapis dan ketat.Kasus guru yang menjadi buronan di AS dan bisa mengajar anak-anak disini menandakan tidak adanya sistem pengawasan, begitu juga guru lokal yang menjadi pelaku pedofilia," katanya.
Peran orang tua menjadi senjata utama untuk mencegah hal ini terjadi lagi. Orang tua jangan terlalu mempercayakan kehidupan anaknya pada lingkungan sekitar termasuk sekolah sekalipun.
"Orang tua tetap harus berperan, jangan karena alasan sibuk, semua kehidupan anak diserahkan kepada orang lain, sekolah atau yang lainnya," katanya.
Marzuki mengharapkan pihak kepolisian tidak menutup-nutupi muka para pelaku pelecehan seksual dan kekerasan terhadap anak. Namun muka korban harus ditutupi.
"Saya juga heran kenapa para pelaku ini harus ditutup-tutupi mukanya. Biarkan saja pertontonkan mereka, biar masyarakat tahu siapa mereka.Kalau memang buktinya sudah kuat mengarah kepada para tersangka, tidak perlu lagi ditutupi. Kalau ini dianggap melanggar HAM, koruptor saja dan tersangka pidana lainnya mukanya dipertontonkan kok," katanya.
Dirinya pun mengharapkan kasus ini dikembangkan juga pada kehidupan anak-anak jalanan. "Anak jalanan ini yang paling rentan dilecehkan secara seksual atau mendapatkan kekerasan lainnya. Jika di sekolah saja mereka bisa menjadi korban, bagaimana dengan di jalanan? Makanya ini juga harus diusut tuntas," katanya.
http://www.iyaa.com/berita/nasional/umum/3238468_1124.html