Notification

×

Kesetrum, Dua Mahasiswa Universitas Lampung Meninggal

05 May 2014 | 22:15 WIB Last Updated 2016-07-31T11:08:45Z
Rumah duka almarhum Rojali. (ist)

BANDAR LAMPUNG –
Dua mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Univeristas Lampung (Unila) yang sebentar lagi akan diwisuda, Garth Iqbal Tawakal dan Ahmad Rojali, tersengat listrik, Senin (5/5/2014). Nahas, nyawa kedua pria yang juga relawan LBH Bandar Lampung usai menjemur karpet di lantai dua sekretariat tersebut tidak tertolong, meski sempat dibawa ke rumah sakit.

Bangkit, relawan LBH Bandar Lampung, menceritakan, waktu itu, Rojali menjemur karpet sekitar pukul 13.00 WIB. Namun, entah bagaimana karpet yang dibawanya menyentuh kabel listrik hingga membuatnya kesetrum.

Iqbal yang mengetahui rekannya tersengat listrik spontan menolong. Apes, anak dosen Fakultas Hukum Unila Heni Siswanto itu justru ikut kesetrum. Bangkit yang melihat langsung kejadian itu berusaha menarik Iqbal.

Meski sempat merasakan sengatan listrik, namun Bangkit berhasil selamat. Lantas, Iqbal dan Rojali yang dalam kondisi lemas segera dibawa ke Rumah Sakit Bumi Waras. Sayang, nyawa kedua relawan itu tidak tertolong. 

“Sewaktu dibawa ke rumah sakit, Iqbal masih bernyawa. Saya sampai sekarang masih syok dengan kejadian tersebut,” ujar Bangkit.

Baju yang dikenakan Achmad Rojali (22), relawan LBH Bandar Lampung yang meninggal akibat tersetrum, gosong, badanya melepuh.

“Di dekat bagian kerah baju gosong, seperti tersulut rokok. Badan Jali panas saat kami evakuasi. Saya berteriak meminta tolong kepada tukang bangunan yang ada di samping sekretariat LBH,” ujar Bangkit, salah satu relawan di LBH Bandar Lampung.

Rumah duka Achmad Rojali, satu dari dua relawan LBH Bandar Lampung yang meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik, terus didatangi pelayat, Senin sore. 

Tamu-tamu secara bergantian memenuhi ruangan tempat jenazah Jali, panggilan Rojali, disemayamkan di rumah yang berada di perumahan Griya Abdi Negara (GAN), Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Sukabumi, Bandar Lampung. 

Sri Haryati, ibu Jali, nampak menangis di sisi jenazah putranya. "Teman-teman Jali, saya ibunya Jali. Saya meminta maaf atas nama Jali jika Jali melakukan salah," ujarnya sambil sesenggukan, seperti dilansir saibumi.com.

Teman-teman sejawat Jali di LBH Bandar Lampung juga sudah berada di rumah duka. Demikian pula teman-teman adiknya.

Informasi yang dihimpun, Jali memiliki dua adik. Adik pertamanya, laki-laki, kuliah di salah satu perguruan tinggi. Sementara si bungsu, perempuan, masih duduk di madrasah aliyah negeri (MAN).

Sementara, Geart Iqbal Tawakal relawan LBH Bandar Lampung yang meninggal akibat tersetrum dikenal merupakan sosok yang humoris.

"Iqbal ini orangnya humoris, suka ngelucu, baik, dan pintar,” ujar Novi Irawan, salah satu teman dekatnya kepada Saibumi.com saat di rumah duka di Jalan Delima 7 Perumahan Puskud, Sukabumi Indah, Bandar Lampung.

Novi Irawan juga menjelaskan Iqbal akan dimakamkan besok, Selasa, 6 Februari 2014. “Karena menunggu ayah dan ibu nya Iqbal  (tiba), karena orangtuanya masih di Jawa," imbuh Novi. Sampai saat ini para teman, tetangga, dan kerabat sudah datang ke rumah duka.