Notification

×
06 May 2014 | 21:03 WIB Last Updated 2017-05-25T06:55:46Z

Kemsos Cairkan Bantuan Rtlh Kk Miskin
Tue,06 May 2014 | 19:19
  

    0
    0



Oleh Sutarmi

Gunung Kidul, 6/5 (Antara) - Kementerian Sosial mencairkan bantuan untuk rumah tidak layak huni senilai Rp1,150 miliar bagi 100 kepala keluarga miskin di Kabupatem Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepala Seksi Pengembangan Kapasitas Usaha Kemensos Charles Purnama di Gunung Kidul, Selasa, menyerahkan bantuan cek senilai Rp1,150 miliar untuk renovasi 100 rumah tidak layak huni (RTLH) dan pembuatan tiga sarana lingkungan kepada Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Gunung Kidul Dwi Warno Widi Nugroho di Balai Desa Bleberan.

"Keterlambatan pemberian bantuan karena ada beberapa mekanisme yang harus dilalui, dan persarakatan administrasi yang belum lengkap," kata Charles Purnama.

Selain itu, lanjut Charles, adanya imbauan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahwa bantuan sosial (bansos) tidak boleh dicairkan sebelum pemilu legislatif.

"Dikhawatirkan, nanti kami dianggap membawa kampanye PKS dan kepentingannya pasti besar. Saat ini, suasananya sudah berbeda, lebih nyaman," kata dia.

Dia mengatakan tahap pertama dicairkan sebanyak 100 rumah. Sisa 110 rumah lainnya, paling lambat Juni-Juli 2014. Bantuan tahap pertama ini berasal dari dana hibah dalam negeri. Untuk tahap kedua yang digunakan untuk membangun 110 rumah menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

"Pada awalnya hanya ada 150 rumah dan Mensos minta tambah 60 rumahkarena ada permintaan dari masyarakat. Sisanya akan melalui Direktorat Penanggulangan Kemiskinan Perdesaan," kata Charles.

Pencairan tahap kedua, kata Charles, setelah proposal diterima pihak Kemsos, dan segera akan diverifikasi. Setelah selesai, pihaknya akan mencairkan melalui rekening masing-masing kelompok.

"Untuk tahap kedua memang berbeda karena usulanya pada 2014," kata dia.

Salah seorang warga Suhadi mengaku senang mendapatkan bantuan. Selama ini rumah yang ditinggali jauh dari layak karena terbuat dari kayu dan bambu.

"Saya mengucapkan terima kasih sudah dibantu membangun rumah," kata dia.

http://www.iyaa.com/berita/nasional/umum/3236065_1124.html