JAKARTA - Keluarga korban tragedi Trisakti mempertanyakan maksud dari penghargaan yang dulu diberikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada anak mereka yang tewas ditembak aparat belasan tahun lalu.
"Pemerintahan SBY pernah memberikan penghargaan kepada anak kami yang tewas sebagai pejuang reformasi, saya lupa tahun berapa, tetapi ada SK-nya. Pertanyaan saya, kalau anak kami dianggap pejuang, mengapa tidak ada upaya mengungkap pelaku penembaknya?" kata Laksmiati, ibu kandung Heri Hartanto (salah satu mahasiswa yang tewas dalam tragedi Trisakti 1998).
Laksmiati menyatakan hal itu dalam sebuah diskusi bertajuk 'Menolak Lupa Tragedi Berdarah Trisakti' di Jakarta, Kamis (8/5/2014). Dalam kesempatan itu, dia menagih janji SBY untuk mengusut tuntas kasus Trisakti.
"Waktu itu kami diundang ke Istana Negara, dan SBY berjanji katanya mau dituntaskan seadil-adilnya. Akan tetapi, sampai sekarang dia (SBY) mau turun kok tidak ada apa-apa," kata Laksmiati.
Laksmiati juga mengingat dengan jelas bahwa juru bicara SBY kala itu Andi Mallarangeng pernah datang ke acara peringatan tragedi Trisakti dan menjanjikan penuntasan kasus Trisakti.
"Waktu itu Andi Mallarangeng bilang, bisa kualat kalau tragedi Trisakti tidak tuntas. Sering saya coba hubungi teleponnya buat menagih janjinya tetapi teleponnya tidak diangkat," ujar Laksmiati, seperti dilansir iyaa.com.
Laksmiati kini hanya berharap pemerintahan ke depan bisa benar-benar menyelesaikan kasus pembunuhan anaknya.
"Pemerintah harus memberikan keadilan. Pemerintahan yang akan datang pun akan saya tunggu," kata dia.
"Pemerintahan SBY pernah memberikan penghargaan kepada anak kami yang tewas sebagai pejuang reformasi, saya lupa tahun berapa, tetapi ada SK-nya. Pertanyaan saya, kalau anak kami dianggap pejuang, mengapa tidak ada upaya mengungkap pelaku penembaknya?" kata Laksmiati, ibu kandung Heri Hartanto (salah satu mahasiswa yang tewas dalam tragedi Trisakti 1998).
Laksmiati menyatakan hal itu dalam sebuah diskusi bertajuk 'Menolak Lupa Tragedi Berdarah Trisakti' di Jakarta, Kamis (8/5/2014). Dalam kesempatan itu, dia menagih janji SBY untuk mengusut tuntas kasus Trisakti.
"Waktu itu kami diundang ke Istana Negara, dan SBY berjanji katanya mau dituntaskan seadil-adilnya. Akan tetapi, sampai sekarang dia (SBY) mau turun kok tidak ada apa-apa," kata Laksmiati.
Laksmiati juga mengingat dengan jelas bahwa juru bicara SBY kala itu Andi Mallarangeng pernah datang ke acara peringatan tragedi Trisakti dan menjanjikan penuntasan kasus Trisakti.
"Waktu itu Andi Mallarangeng bilang, bisa kualat kalau tragedi Trisakti tidak tuntas. Sering saya coba hubungi teleponnya buat menagih janjinya tetapi teleponnya tidak diangkat," ujar Laksmiati, seperti dilansir iyaa.com.
Laksmiati kini hanya berharap pemerintahan ke depan bisa benar-benar menyelesaikan kasus pembunuhan anaknya.
"Pemerintah harus memberikan keadilan. Pemerintahan yang akan datang pun akan saya tunggu," kata dia.