![]() |
| Ali Kaspar Pakpahan |
TULANGBAWANG BARAT - Inspektorat Tulangbawang Barat (Tubarat) mengendus dugaan terjadinya ketidakberesan dalam pengelolaan dana Pileg (Pemilihan legislatif) dan Pilgub (Pemilihan Gubernur) yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat.
Indikasi permainan anggaran muncul berdasarkan informasi dari PPS maupun KPPS yang diberikan dana bervariasi, saat pelaksanaan kedua pesta demokrasi itu pada 9 April 2014 lalu.
Untuk itu, Sekretaris Inspektorat Tubarat, Ali Kaspar Pakpahan, menyatakan, pihaknya siap memanggil pihak-pihak terkait untuk mengetahui dugaan ketidakberesan dalam pengelolaan anggaran di KPUD itu.
"Semua indikasi atau dugaan ketidakberesan baik yang mencuat di media masa maupun yang bersifat laporan tetap kita tanggapi dan tindaklanjuti," kata Ali Kaspar, Jum'at (9/5/2014) lalu. Ali mengungkapkan, segera memanggil pihak terkait, khususnya sekretaris KPUD Tubarat dan melakukan penyelidikan hingga ke tingkat bawah (penerima dana).
"Kita akan panggil semua pihak terkait untuk dimintai keterangan, khususnya terhadap sekretaris KPUD. Nah, lusa (hari ini, red), berkasnya sudah naik, dan kita segera buatkan Surat Perintah Tugas (SPT) dari Inspektur untuk pemeriksaannya," imbuh Ali, seperti dilansir kupastuntas.co.
Terpisah, Sekretaris KPUD Tubarat Man Kodri, didampingi Harry Edho Bendahara APBN dan Ari Bendahara APBD saat dikonfrimasi membantah pihaknya memainkan anggaran tersebut. Menurutnya, pihaknya telah merealisasikan semua dana kepada bendahara PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan).
"Semua sudah kita berikan, kami tidak mau main-main soal anggaran ini. Kalau pun ada dari orang-orang KPUD yang bermain, itu diluar sepengetahuan kami, dan itu bukan atas nama lembaga. Sudah kita salurkan semua sesuai dengan petunjuk yang ada," paparnya.
Indikasi permainan anggaran muncul berdasarkan informasi dari PPS maupun KPPS yang diberikan dana bervariasi, saat pelaksanaan kedua pesta demokrasi itu pada 9 April 2014 lalu.
Untuk itu, Sekretaris Inspektorat Tubarat, Ali Kaspar Pakpahan, menyatakan, pihaknya siap memanggil pihak-pihak terkait untuk mengetahui dugaan ketidakberesan dalam pengelolaan anggaran di KPUD itu.
"Semua indikasi atau dugaan ketidakberesan baik yang mencuat di media masa maupun yang bersifat laporan tetap kita tanggapi dan tindaklanjuti," kata Ali Kaspar, Jum'at (9/5/2014) lalu. Ali mengungkapkan, segera memanggil pihak terkait, khususnya sekretaris KPUD Tubarat dan melakukan penyelidikan hingga ke tingkat bawah (penerima dana).
"Kita akan panggil semua pihak terkait untuk dimintai keterangan, khususnya terhadap sekretaris KPUD. Nah, lusa (hari ini, red), berkasnya sudah naik, dan kita segera buatkan Surat Perintah Tugas (SPT) dari Inspektur untuk pemeriksaannya," imbuh Ali, seperti dilansir kupastuntas.co.
Terpisah, Sekretaris KPUD Tubarat Man Kodri, didampingi Harry Edho Bendahara APBN dan Ari Bendahara APBD saat dikonfrimasi membantah pihaknya memainkan anggaran tersebut. Menurutnya, pihaknya telah merealisasikan semua dana kepada bendahara PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan).
"Semua sudah kita berikan, kami tidak mau main-main soal anggaran ini. Kalau pun ada dari orang-orang KPUD yang bermain, itu diluar sepengetahuan kami, dan itu bukan atas nama lembaga. Sudah kita salurkan semua sesuai dengan petunjuk yang ada," paparnya.
