![]() |
| Nandang Hendrawan |
BANDAR LAMPUNG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bandar Lampung berharap para siswa Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah yang sedang mengikuti ujian nasional 5-8 Mei 2014, tidak terpengaruh dengan beredarnya bocoran soal dan kunci jawaban.
"Bocoran soal dan kunci jawaban UN itu belum tentu kebenarannya, sehingga siswa SMP peserta UN harus tetap lebih fokus belajar dan mengerjakan soal sesuai pelajaran yang diterima selama ini," kata Ketua Komisi D DPRD setempat, Nandang Hendrawan, Selasa (6/5/2014).
Menurutnya, hari pertama UN tingkat SMP sederajat, pihaknya bersama lima anggota Komisi D DPRD Bandarlampung turun ke lapangan untuk meninjau situasi dan kondisi pelaksanaan ujian nasional tersebut.
"Semua berjalan lancar, bagus dan aman. Sementara belum ada temuan yang sifatnya menyimpang," kata Nandang. Namun, ia melanjutkan, di SMPN 1 Bandar Lampung terdapat siswa gabungan dari SMP Fajar Mulya Islam yang tidak mengikuti ujian nasional ini.
"Siswa ini berhalangan mengikuti UN karena sakit, satunya lagi mengundurkan diri, dan memang dari bulan Januari lalu siswa ini sudah sudah tidak masuk sekolah lagi," ujar Nandang. Pihaknya akan melakukan peninjauan kembali pada pelaksanaan UN hari kedua, Selasa ini.
"Hari ini, di SMPN 1 dan SMPN 23, kami akan meninjau ke SMPN 2 Bandar Lampung," kata Nandang, seperti dilansir ciputranews.com.
Sementara itu, sejumlah siswa mengaku tidak mengalami kesulitan saat mengerjakan UN pada hari pertama pelaksanaan ujian tersebut.
"Soal yang ada di UN relatif sama dengan apa yang diajarkan pada saat belajar di ruang kelas," kata Ayu Lestari salah seorang siswa di Bandar Lampung itu. Ia menjelaskan, soalnya mirip dengan yang sudah diajarkan oleh guru kelas.
Hal serupa dikatakan siswa lainnya, Reni Puspita Sari, soal-soal ujian memang tidak terlalu sulit karena semua sudah diajarkan oleh guru di kelas. Namun, ia menyebutkan yang menjadi persoalan hanya lembar jawaban komputer (LJK) yang mudah rusak.
"Sulit dihapus, bahkan kalau terlalu keras kertanya rusak, saya jadi khawatir akan menjadi permasalahan saat dikoreksi," kata Reni. Ia berharap kejadian tersebut tidak menjadi permasalahan saat pengoreksian hasil UN tersebut.
Peserta UN SMP/MTs di Lampung tahun 2014 sebanyak 126.887 siswa, yaitu siswa SMP/MTs 124.385 orang, SMPLB 50 orang, dan Paket B sebanyak 2.452 siswa.
