![]() |
| Marwan Cik Asan |
LAMPUNG - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Marwan Cik Asan meminta dinas kesehatan (diskes) setempat, meningkatkan sosialisasi bahaya Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) di daerah ini.
"Jangan sampai ada kejadian atau korban terjangkiti virus MERS-CoV, baru sibuk melakukan penanganan, lebih baik kita antisipasi secara dini agar tidak muncul korban jiwa," kata dia, Rabu (7/5/2014).
Menurut Marwan, penyakit mematikan dari virus yang termasuk dalam jenis baru itu harus disosialisasikan agar masyarakat tidak mudah tertular. Marwan mengharapkan masyarakat lebih waspada agar tidak mudah tertular virus MERS-CoV.
Menurut Marwan, penyakit mematikan dari virus yang termasuk dalam jenis baru itu harus disosialisasikan agar masyarakat tidak mudah tertular. Marwan mengharapkan masyarakat lebih waspada agar tidak mudah tertular virus MERS-CoV.
"Memang hingga saat ini belum banyak menyebar di Indonesia, namun beberapa wilayah seperti Bali dan Medan sudah ada indikasi penyebaran MERS," kata caleg DPR-RI dari partai Demokrat itu, seperti dilansir saibumi.com.
Sebelumnya, dokter spesialis paru RSUP H Adam Malik Medan, Prof dr Luhur Soeroso SpP (K) mengatakan, warga Medan Sumatera Utara meninggal dunia berinisial KS (54), diduga penderita MERS-CoV.
Sebelumnya, dokter spesialis paru RSUP H Adam Malik Medan, Prof dr Luhur Soeroso SpP (K) mengatakan, warga Medan Sumatera Utara meninggal dunia berinisial KS (54), diduga penderita MERS-CoV.
“Ciri-ciri dari penyakit yang sangat berbahaya itu dimiliki pasien tersebut, yakni merasakan sesak napas dengan suhu tubuh 38 derajat celsius dan tekanan darah mencapai 120/80," ujar Luhur.
Korban KS, tiba di tanah air, Sabtu, 3 Mei 2014, setelah pulang melaksanakan umrah dari Arab Saudi.
Korban KS, tiba di tanah air, Sabtu, 3 Mei 2014, setelah pulang melaksanakan umrah dari Arab Saudi.
