![]() |
| Bupati Pringsewu Sujadi (bertopi) bersama jajaran Pemkab Pringsewu dan panitia saat meninjau lokasi kegiatan FMBN VIII, Selasa (13/5/2014). (ist) |
PRINGSEWU - Pemerintah Kabupaten Pringsewu siap menyambut para tamu peserta dan pengunjung Festival Musik Bambu Nusantara VIII, yang akan digelar di lapangan Pemkab Pringsewu di Pusat Pemerintahan Kabupaten Pringsewu di Pekon Klaten, Kecamatan Gadingrejo, Kamis dan Jumat mendatang (15 dan 16/5/29014).
Terkait kegiatan akbar tersebut, Bupati Pringsewu H.Sujadi bersama jajaran Pemkab Pringsewu dan panitia beserta event organizer, Selasa (13/5/2014) meninjau lokasi acara serta sejumlah titik lokasi yang diperkirakan akan menyedot banyak pengunjung, guna memantau dan mengevaluasi berbagai persiapan dan kesiapan event nasional tersebut.
Sejumlah lokasi yang ditinjau bupati dan jajaran di antaranya adalah lapangan pemda yang akan menjadi pusat kegiatan, kemudian gapura berbentuk bambu kuning melengkung yang merupakan pintu gerbang Selamat Datang di Ibukota Kabupaten Pringsewu di Pekon Wates, Kecamatan Gadingrejo, Tugu Gajah Angkat Besi di simpang Pekon Bulokarto Kecamatan Gadingrejo, sungai Way Tebu, serta meninjau perkampungan tua (tiyuh tuha) di Tiyuh Margakaya, Kecamatan Pringsewu yang merupakan cikal bakal dan saksi sejarah keberadaan Kota Pringsewu saat ini.
Menurut Bupati Pringsewu H.Sujadi, Festival Musik Bambu Nusantara VIII yang akan digelar di Kabupaten Pringsewu, merupakan yang pertama event nasional tersebut digelar di luar Pulau Jawa. Sebelumnya FMBN yang diikuti berbagai provinsi di Indonesia ini secara rutin selalu digelar di Pulau Jawa, seperti Jakarta dan Bandung.
Menurut Bupati Pringsewu H.Sujadi, Festival Musik Bambu Nusantara VIII yang akan digelar di Kabupaten Pringsewu, merupakan yang pertama event nasional tersebut digelar di luar Pulau Jawa. Sebelumnya FMBN yang diikuti berbagai provinsi di Indonesia ini secara rutin selalu digelar di Pulau Jawa, seperti Jakarta dan Bandung.
"Bahkan, selama ini, Festival Musik Bambu Nusantara selalu digelar secara indoor di sebuah gedung atau hotel mewah. Namun pada tahun ini, acara sebesar ini akan digelar secara outdoor di sebuah panggung besar di lapangan Pemda Pringsewu," katanya.
Dalam Festival Musik Bambu Nusantara VIII yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Pringsewu ini, kata bupati, sejumlah artis ibukota juga akan memeriahkan acara tersebut, diantaranya Dwiki Dharmawan, Ita Purnamasari, Kerispatih, Putri Ayu, Krakatau, Bamboo Orchestra, Hong Community, seniman kelompok Musisi Bambu Nusantara Republik Indonesia, serta sejumlah artis terkenal lainnya.
Dalam Festival Musik Bambu Nusantara VIII yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Pringsewu ini, kata bupati, sejumlah artis ibukota juga akan memeriahkan acara tersebut, diantaranya Dwiki Dharmawan, Ita Purnamasari, Kerispatih, Putri Ayu, Krakatau, Bamboo Orchestra, Hong Community, seniman kelompok Musisi Bambu Nusantara Republik Indonesia, serta sejumlah artis terkenal lainnya.
"Pada acara tersebut, juga akan ada pemecahan rekor MURI yakni menabuh gamolan bambu secara serentak oleh 400 orang lebih pemain. Dalam event tersebut nanti juga akan ada pertunjukan 1000 meriam bambu, serta penerbangan lampion secara besar-besaran, termasuk pameran produk-produk kerajinan bambu, wisata kuliner bambu, seminar mengenai bambu, fashion, mercahdise, permainan tradisional, dan semua aspek yang bersumber dari bambu maupun berkaitan dengan bambu, semuanya ada di Festival Musik Bambu Nusantara VIII yang akan digelar di Pringsewu," paparnya.
Bupati Pringsewu H.Sujadi juga menambahkan, guna memperlancar kegiatan tersebut, Pemkab Pringsewu akan menyediakan sarana angkutan bus gratis bagi masyarakat yang ingin menyaksikan Festival Musik Bambu Nusantara VIII, yakni dari Simpang Tugu Gajah menuju lokasi acara di komplek perkantoran Pemkab Pringsewu di Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Pringsewu di Pekon Klaten, Kecamatan Gadingrejo secara non-stop.
Untuk diketahui, Festival Musik Bambu Nusantara selain mengapresiasi seniman bambu juga upaya regenerasi talenta muda. Hal itu karena festival ini menampilkan banyak kelompok muda berbakat di bidang musik bambu sebagai penerus kalangan senior yang sudah lebih dahulu masuk ke ranah internasional. Ini adalah kali ke 8 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menggelar FMBN. Acara ini akan menampilkan aneka kreasi kreatif berbahan bambu mulai dari seni musik etnik dari bambu yang berkolaborasi dengan musik modern.
Bagi masyarakat Indonesia dahulu, bambu merupakan komponen alami yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Dari kelahiran hingga kematian akan melibatkan benda-benda yang berbahan bambu. Peralatan rumah tangga, perabotan dan material bangunan merupakan beberapa barang yang dihasilkan dari bahan bambu. Bahkan salah satu kuliner lokal yaitu rebung diolah dari tunas bambu muda.
Angklung salah satu contohny, merupakan salah satu alat musik tradisional nusantara berbahan bambu yang telah diakui oleh UNESCO (PBB) sebagai warisan budaya dunia asli milik bangsa Indonesia. Angklung dan kini juga gamolan pekhing (bambu) kembali sering ditampilkan dalam bentuk orkestra dan semakin banyak dibina di sekolah-sekolah di Indonesia bahkan di luar negeri. Festival Musik Bambu Nusantara selain sebagai ajang berkumpulnya para seniman bambu dalam mengekspresikan karya mereka agar mendunia, juga merupakan ajang untuk membangkitkan kembali kejayaan bambu (pring) di Indonesia dan dunia. (*/Humas Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara)
Bupati Pringsewu H.Sujadi juga menambahkan, guna memperlancar kegiatan tersebut, Pemkab Pringsewu akan menyediakan sarana angkutan bus gratis bagi masyarakat yang ingin menyaksikan Festival Musik Bambu Nusantara VIII, yakni dari Simpang Tugu Gajah menuju lokasi acara di komplek perkantoran Pemkab Pringsewu di Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Pringsewu di Pekon Klaten, Kecamatan Gadingrejo secara non-stop.
Untuk diketahui, Festival Musik Bambu Nusantara selain mengapresiasi seniman bambu juga upaya regenerasi talenta muda. Hal itu karena festival ini menampilkan banyak kelompok muda berbakat di bidang musik bambu sebagai penerus kalangan senior yang sudah lebih dahulu masuk ke ranah internasional. Ini adalah kali ke 8 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menggelar FMBN. Acara ini akan menampilkan aneka kreasi kreatif berbahan bambu mulai dari seni musik etnik dari bambu yang berkolaborasi dengan musik modern.
Bagi masyarakat Indonesia dahulu, bambu merupakan komponen alami yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Dari kelahiran hingga kematian akan melibatkan benda-benda yang berbahan bambu. Peralatan rumah tangga, perabotan dan material bangunan merupakan beberapa barang yang dihasilkan dari bahan bambu. Bahkan salah satu kuliner lokal yaitu rebung diolah dari tunas bambu muda.
Angklung salah satu contohny, merupakan salah satu alat musik tradisional nusantara berbahan bambu yang telah diakui oleh UNESCO (PBB) sebagai warisan budaya dunia asli milik bangsa Indonesia. Angklung dan kini juga gamolan pekhing (bambu) kembali sering ditampilkan dalam bentuk orkestra dan semakin banyak dibina di sekolah-sekolah di Indonesia bahkan di luar negeri. Festival Musik Bambu Nusantara selain sebagai ajang berkumpulnya para seniman bambu dalam mengekspresikan karya mereka agar mendunia, juga merupakan ajang untuk membangkitkan kembali kejayaan bambu (pring) di Indonesia dan dunia. (*/Humas Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara)
