Notification

×

Bupati Bustami: Way Kanan Sudah Empat Kali Raih WTP

14 May 2014 | 13:50 WIB Last Updated 2016-07-31T12:15:00Z
Bustami Zainudin

WAY KANAN - Pemerintah Kabupaten Way Kanan, Lampung kini sudah meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) selama empat kali. Berdasarkan Peraturan BPKRI Nomor 1 Tahun 2007 bahwa Opini WTP merupakan opini yang tertinggi dalam standar pemeriksaan keuangan negara.

"Opini WTP ini, dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Nomor: 18A/LHP/XVIII.BLP/05/2014 Tanggal 06 Mei 2014," ujar Bupati Bustami Zainudin di Blambangan Umpu, Rabu (14/5/2014).

Dengan diperolehnya Opini WTP pada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun ini, maka Pemerintah Kabupaten Way Kanan telah memperoleh Opini WTP empat kali berturut-turut yaitu LKPD TA 2010, 2011 2012 dan 2013.

Prestasi ini, kata Bupati Bustami didampingi didamping Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (P2KA) Kabupaten Waykanan Edward Anthony, tentunya sangat membanggakan bagi pemerintah maupun seluruh masyarakat Kabupaten Waykanan dan menjadi kado yang istimewa pada ulang tahun Kabupaten Waykanan yang ke 15.

"Oleh karena itu, ucapan terima kasih saya sampaikan kepada pimpinan dan anggota DPRD, seluruh jajaran pemerintah Kabupaten Way Kanan dari eselon II, III, IV dan seluruh staf serta masyarakat yang telah bekerja keras untuk memperbaiki dan meningkatkan pengelolaan keuangan kearah yang baik dan wajar sehingga kita dapat mempertahankan opini WTP untuk yang keempat kalinya," tuturnya.

Bustami yang juga Ketua PDI Perjuangan Way Kanan itu lalu menambahkan, secara umum pelaksanaan APBD TA 2013 tercapai sebesar 89,18 persen dari anggaran belanja sebesar Rp849,47 miliar terealisasi sebesar Rp757,54 miliar.

Dari sisi belanja dapat dijelaskan bahwa realisasi belanja tahun anggaran 2013 sebesar Rp.757,54 miliar, lalu dari anggaran sebesar Rp849,47 miliar.

Realisasi belanja meliputi belanja operasi sebesar Rp555,48 miliar dari anggaran sebesar Rp638,25 miliar atau sebesar 87,18 persen.

Lalu Belanja Modal sebesar Rp201,63 miliar dari anggaran sebesar Rp210,22 miliar atau 95,41 persen dan belanja tak terduga sebesar Rp426,43 juta dari anggaran sebesar Rp1 miliar atau 42,64 persen.

Realisasi belanja operasi yang meliputi belanja pegawai sebesar Rp391,33 miliar, belanja barang sebesar Rp130,82 miliar, belanja hibah sebesar Rp7,85 miliar, bantuan sosial sebesar Rp3,94 miliar dan bantuan keuangan sebesar Rp21,54 miliar.

Adapun realisasi belanja modal sebesar Rp201,63 miliar meliputi belanja modal peralatan dan mesin sebesar Rp30,04 miliar, Belanja modal gedung dan bangunan sebesar Rp47,54 miliar, Belanja modal jalan irigasi dan jaringan sebesar Rp119,27 miliar, belanja modal asset tetap lainnya sebesar Rp4,79 miliar.

Sedangkan untuk belanja tak terduga pada tahun 2013 sebagaimana dijelaskan diatas terealisasi sebesar 42,64 persen dari anggaran sebesar Rp1 miliar atau realisasinya sebesar Rp426,43 juta.

"Dari sisi pembiayaan selama Tahun Anggaran 2013 dapat dijelaskan bahwa dari sisi penerimaan pembiayaan daerah realisasinya sebesar Rp62,09 miliar yang berasal dari penggunaan SILPA tahun lalu sebesar Rp62,09 miliar," ujar Bustami, seperti dilansir iyaa.com.

Sedangkan dari sisi pengeluaran pembiayaan yang meliputi penyertaan modal Pemerintah Daerah sebesar Rp1,75 miliar dan pembayaran hutang yang jatuh tempo yang berupa retensi atau biaya pemeliharaan atas pekerjaan yang dilakukan oleh pihak ke tiga direalisasikan sebesar Rp2,88 miliar.