LAMPUNG - Warga Kampung Sukadana, Kecamatan Buaybahuga, sepakat merobohkan bangunan sekolah yang sudah tidak dipergunakan untuk menutupi jalan berlubang, guna memperlancar transportasi mereka.
"Bangunan sekolah SDN 1 Sukadana itu ada satu lokal dan terdiri dari tiga ruangan, separuhnya rubuh saat hujan lebat dan angin kencang, separuhnya lagi sengaja dirubuhkan berdasarkan keputusan bersama masyarakat," ujar warga setempat Hudi Rahman, Senin (21/4/2014).
Ruangan sekolah tersebut, demikian Hudi menjelaskan, memang sudah tidak berfungsi sehingga berdasarkan kesepakatan bersama dirobohkan dan puing-puingnya digunakan untuk menutup jalan berlubang.
"Setiap Jumat pagi, warga kampung kami bergotong royong untuk mengatasi jalan sepanjang kurang lebih dua kilometer tersebut," kata Hudi, seperti dilansir harianterbit.com.
Kegiatan gotong royong itu berlangsung hampir tiga bulan, sehubungan untuk mempermudah akses transportasi masyarakat.
"Jalan diperbaiki tersebut memang rusak parah, kalau hujan tidak bisa dilewati, sudah banyak mobil bermuatan hasil bumi nyangkut atau patah gardan jika melewati jalan itu," kata Hudi.
"Bangunan sekolah SDN 1 Sukadana itu ada satu lokal dan terdiri dari tiga ruangan, separuhnya rubuh saat hujan lebat dan angin kencang, separuhnya lagi sengaja dirubuhkan berdasarkan keputusan bersama masyarakat," ujar warga setempat Hudi Rahman, Senin (21/4/2014).
Ruangan sekolah tersebut, demikian Hudi menjelaskan, memang sudah tidak berfungsi sehingga berdasarkan kesepakatan bersama dirobohkan dan puing-puingnya digunakan untuk menutup jalan berlubang.
"Setiap Jumat pagi, warga kampung kami bergotong royong untuk mengatasi jalan sepanjang kurang lebih dua kilometer tersebut," kata Hudi, seperti dilansir harianterbit.com.
Kegiatan gotong royong itu berlangsung hampir tiga bulan, sehubungan untuk mempermudah akses transportasi masyarakat.
"Jalan diperbaiki tersebut memang rusak parah, kalau hujan tidak bisa dilewati, sudah banyak mobil bermuatan hasil bumi nyangkut atau patah gardan jika melewati jalan itu," kata Hudi.
