Notification

×

Tim Pemantau Flu Burung Bandar Lampung Diminta Turun

05 March 2014 | 12:20 WIB Last Updated 2016-07-31T11:09:09Z
ilustrasi

BANDAR LAMPUNG - Kematian unggas secara mendadak yang terjadi di Kelurahan Way Dadi, Kota Bandar Lampung, membuat warga khawatir dan meminta tim pemantau flu burung pemkot setempat turun untuk memeriksa penyebab kematian unggas.

Menurut sejumlah warga Kelurahan Way Dadi, Rabu (5/3/2014), mereka sangat khawatir ternak yang mati mendadak itu telah terjangkit flu burung.

"Ternak unggas yang mati mendadak bukan hanya ayam kampung, juga burung dara," kata Rini, salah satu warga Jl Pulau Tegal Gang Apel 3 Bandar Lampung.

Di sekitar tempat tinggalnya itu, kematian unggas terjadi sejak awal Februari lalu hingga Maret 2014 ini. Dia menyebutkan, warga setempat umumnya langsung menguburkan ayam yang mati, dan sisanya yang masih sehat langsung dijual ke pasar.

"Masalahnya adalah kalau ada ayam yang tidak diketahui pemiliknya, namun mati di selokan, sehingga berbau busuk. Kami menjadi takut terjangkit penyakit yang sangat mematikan itu," kata Rini, seperti dilansir iyaa.com.

Sejumlah warga lainnya juga menyatakan kekhawatiran mereka, sehingga perlu tahu penyebab kematian unggas itu.

"Kami perlu tahu kematian mendadak unggas itu karena flu burung atau karena penyakit lainnya terkait perubahan cuaca," kata Lusi, salah satu warga setempat lainnya.

Ia mengaku memiliki beberapa ekor ayam kampung yang dipelihara di pekarangannya. Unggas tersebut langsung dijual ketika ternak ayam tetangganya kedapatan mati mendadak.

"Dalam sehari, enam ekor ayam tetangga depan rumah mati mendadak. Ayam saya langsung dijual, mumpung masih sehat," kata Lusi.

Ia menyebutkan pula, warga setempat langsung membakar dan menguburkan bangkai ayam itu, namun terkendala dengan ayam yang tidak diketahui pemiliknya.

Di Kelurahan Way Dadi umumnya ternak ayam kampung dipelihara bukan di dalam kandang, sehingga sangat rentan tertular flu burung, apalagi daerah itu merupakan daerah endemis virus mematikan itu.

Sehubungan di Kelurahan Way Dadi itu sudah berulang kali terjadi kasus kematian ternak unggas secara mendadak, dan juga terdapat pasar tradisional tempat penjualan dan pemotongan ternak ayam, sejumlah warga setempat mengharapkan tim pemantau flu burung Pemkot Bandar Lampung lebih tanggap dan makin sering melakukan pemeriksaan ke lapangan.