![]() |
| Tahap awal, CNG ini akan memberikan pasokan gas 10 BBTUD dan secara bertahab akan mencapai full capacity 50 BBTUD (Foto: Dok PLN) |
JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk /PGN tidak
ingin menggunakan gas impor meski belum resmi mendapatkan kepastian gas
untuk terminal gas terapung (Floating Storage Regastification Unit/FSRU)
Lampung.
Direktur Pengusahaan PT PGN (Persero), Jobi Triananda mengatakan,
satu bulan lagi FSRU Lampung akan menuju Indonesia dari pabriknya Hoegen
di Korea.
"Akhir April sudah jalan menuju Indonesia," kata Jobi, usai
menghadiri Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG), di Plaza Centris Jakarta,
Kamis (13/3/2014).
Akan tetapi, PGN belum mendapat kepastian resmi pasokan gas yang akan
diolah di terminal tersebut. Jobi mengaku tetap menginginkan pasokan
gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) dari dalam negeri.
"Kami tetap minta kementerian untuk dapat domestik, masa minta dari tetangga," ungkap Jobi, seperti dilansir liputan6.com.
Jobi mengungkapkan, alasan keinginan tersebut disebabkan oleh belum
optimalnya penyerapan LNG dari terminal di Bontang dan Tangguh oleh
Nusantara Regas sebagai operator FSRU Jawa Barat. Sehingga masih ada
sisa LNG dan bisa dipasok ke FSRU Lampung.
"Setahu saya LNG terminal di Bontang dan Tangguh, sekarang yang menggunakan Nusantara Regas kan masih ada sisa," pungkasnya.
