![]() |
| Rahmatullah Rais |
BANTUL — Dua relawan Kelud asal Yogyakarta meninggal akibat tersengat listrik, Jumat (7/3/2014). Dua korban masing-masing Surya Herdianto (25), mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) asal Lampung, serta Rahmatullah Rais (25), mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) asal Banten.
Awalnya, dua mahasiswa tersebut menurunkan antena radio HT yang panjang pipanya sekitar 10 meter ditambah 3 meter antena, di Balai Dusun Sambirejo Desa Pandansari Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Pipa dan antena roboh karena tidak kuat sehingga menimpa kabel listrik tegangan tinggi.
Salah satu korban yakni Surya merupakan sosok yang dituakan di antara rekan-rekannya. Surya merupakan salah satu penghuni lama di sebuah kos di Gang Melati III nomor 7, Jaganan Baru RT 3 RW4 Krapyak, Sewon, Bantul.
Abdul Muntalib (21), mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang merupakan teman satu kos korban merasa terkejut dengan kabar meninggalnya Surya. Selama ini, Surya memang jarang di kos karena sibuk berkegiatan di mapala ataupun bekerja.
Abdul mengetahui kabar meninggalnya dari pacar korban yang datang sore kemarin. Pacar korban yang merupakan lulusan UAD datang ke kos untuk mengambil beberapa barang sambil terisak.
Abdul menuturkan, meskipun jarang ngobrol masalah pribadi, tapi Surya merupakan orang yang ramah dan nyaman diajak berbincang.
"Almarhum sering sibuk. Kadang dia pulang kita udah tidur. Tapi kalau ngobrol ya enak. Karena termasuk yang dituakan, almarhum juga sering menjadi penasehat kami," kata Abdul yang juga berasal dari Lampung, seperti dilansir tribunjogja.co.id, Jumat malam.
Selain ramah, Surya juga dikenal rajin beribadah. Teman satu kosnya juga sering bertanya tentang peralatan kegiatan pecinta alam pada Surya karena dianggap ahli dalam hal itu.
Almarhum, lanjut Abdul memang sosok yang suka menolong sesama. Jika terjadi bencana di daerah manapun, Surya pasti bersemangat untuk menjadi relawan.
"Memang orangnya bersemangat untuk membantu sesama. Dulu pas Merapi juga sudah jadi relawan," tambah Abdul.
Ia sendiri tidak tahu apakah jenazah Surya akan segera dibawa ke kampung halamannya di Bandar Agung, Terusan Nunyai, Lampung Tengah atau tidak. Sejauh yang ia tahu, kedua orangtua korban akan menunggu kedatangan jenazah di kampung halaman.
"Saya belum tahu kabar dari keluarga mau ke sini atau tidak. Tapi sejauh yang saya dengar, orangtua almarhum akan menunggu di Lampung," paparnya.
