![]() |
| Sulistyaningsih |
LAMPUNG - Pihak Kepolisian Daerah Lampung mengantisipasi peredaran uang palsu dalam pelaksanaan pemilihan legislatif dan pemilihan gubernur yang diprediksi akan meningkat.
Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih, mengatakan untuk mengantisipasi adanya perdaran uang palsu pemilu pileg dan pilgub, Polda Lampung telah melakukan antisipasi dengan mensosialisasikan dan identifikasi ciri-ciri keaslian uang rupiah dari Bank Indonesia.
"Untuk mengantisipasi maraknya perdaran uang palsu melakukan antisipasi dengan mensosialisasikan dan Identifikasi ciri-ciri keaslian uang rupiah dari Bank Indonesia," ujar dia di Bandar Lampung, Minggu (23/3/2014).
Ia mengatakan hal tersebut dilakukan untuk menyamakan persepsi dalam rangka penyidikan dalam penanganan perkara tindak pidana Ia melanjutkan bahwa dalam pengamanan pemilu bersandi Operasi Mantap Brata
Krakatau 2014, Polda Lampung memiliki sejumlah sasaran penanganan dengan adanya beberapa potensi gangguan, yakni gangguan nyata di setiap tahapan Pemilu.
"Potensi gangguan terdiri dari verifikasi parpol, penyusunan DPT, dan verifikasi caleg (calon legislatif), pasangan Cagub-Cawagub," kata Sulis, seperti dilansir iyaa.com.
Ia melanjutkan peredaran uang palsu menjadi salah satu perhatian serius polda begitu juga dengan narkoba. Selain terus melakukan antisipasi agar supaya hal itu tidak sampai terjadi, pihaknya berharap kepada seluruh masyarakat agar supaya untuk lebih berhati-hati.
"Jika mengetahui adanya peredaran upal dan narkoba yang beredar, agar segera melaporkannya," kata dia.
AKBP Sulistyaningsih mengungkapkan, untuk mengantisipasi dengan maraknya uang palsu di wilayah Provinsi Lampung jelang pemilu, pihaknya telah berkordinasi dengan bank dan sejumlah pihak.
Dalam pengawasan pun, pihak memperketat sebab hal seperti ini harus diperhatikan lebih intensif. Peradaran uang palsu seperti narkoba, dan sulit di lacak tanpa ada campur tangan masyarakat.
"Perlu peran serta masyarakat dalam pencegahan uang palsu ini," kata Sulis.
Ia melanjutkan dalam pemilu ini, bankyak oknum yang akan memanfaatkan keadaan tersebut, maka dari itu ini menjadi tugas penting bagi institusi polri Polda Lampung dalam pengawasan uang palsu.
"Saat ini, tindak pidana tidak saja dilakukan orang perorangan saja, bahkan telah melampaui lintas batas negara," kata Sulis.
Dia mengungkapkan berbagai kemungkinan gangguan keamanan telah waspadai dan di antisipasi. Selaku aparat penegak hukum, ini menjadi tantangan untuk mencegah dan memberantas peredaran uang palsu pada pemilu 2014.
