![]() |
| Herdy M. Peter (dok. facebook) |
JAKARTA - Ketua
Indonesia Police Watch, Neta S. Pane, mendesak Kepolisian Daerah Metro
Jaya untuk terbuka dalam penyelidikan kasus Herdy M. Peter, terduga penyekapan seorang
pegawai Restoran Dim Sum Festival di bilangan Kemang, Jakarta Selatan.
Alasannya, supaya masyarakat tahu fakta-fakta dari kasus ini.
"Herdy merupakan bekas Ketua DPD Partai Demokrat di Lampung," kata Neta saat dihubungi, seperti dilansir tempo.co, Selasa (4/3/2014).
"Herdy merupakan bekas Ketua DPD Partai Demokrat di Lampung," kata Neta saat dihubungi, seperti dilansir tempo.co, Selasa (4/3/2014).
Neta melanjutkan, Usmawarnie, istri
Herdy, juga merupakan kader Partai Demokrat. Usmawarni merupakan anggota
DPR RI Komisi Perhubungan.
Berdasarkan laporan di Polda, peristiwa penyekapan ini berawal ketika Herdy datang ke Restoran Dim Sum Festival Kemang, di Jalan Raya Kemang No 1, Jakarta Selatan, pertengahan Februari 2014.
Berdasarkan laporan di Polda, peristiwa penyekapan ini berawal ketika Herdy datang ke Restoran Dim Sum Festival Kemang, di Jalan Raya Kemang No 1, Jakarta Selatan, pertengahan Februari 2014.
Kepada pihak restoran, Herdy meminta
untuk tidak menjual meja nomor 38 kepada orang lain selain dirinya. Hal
itu pun berujung pada adu mulut dengan sekuriti lantaran permintaan
Herdy tak dituruti.
Keributan tidak sampai di situ. Herdy pun memanggil petugas valet parkir untuk membawa mobilnya. Mobil milik Herdy pun dibawa oleh Supriyanto alias Black. Namun, rupanya Herdy langsung memboyong Black ke rumahnya di Villa Puri Sriwedari Blok O, Cimanggis, Depok, dan kemudian menyekapnya.
Tiba di kediaman mewah Herdy, Black diminta menghubungi manajer restoran, Hamdan, untuk datang. Keduanya kemudian diinterogasi. Black dan Hamdan mendapatkan intimidasi yang dilakukan Herdy sambil menodongkan senjata api miliknya.
Keributan tidak sampai di situ. Herdy pun memanggil petugas valet parkir untuk membawa mobilnya. Mobil milik Herdy pun dibawa oleh Supriyanto alias Black. Namun, rupanya Herdy langsung memboyong Black ke rumahnya di Villa Puri Sriwedari Blok O, Cimanggis, Depok, dan kemudian menyekapnya.
Tiba di kediaman mewah Herdy, Black diminta menghubungi manajer restoran, Hamdan, untuk datang. Keduanya kemudian diinterogasi. Black dan Hamdan mendapatkan intimidasi yang dilakukan Herdy sambil menodongkan senjata api miliknya.
