Notification

×

Pemilu 2014 di Lampung Diharapkan Bebas Teror

06 March 2014 | 11:34 WIB Last Updated 2016-07-31T12:15:00Z
Bustami Zainudin

WAY KANAN -
Bupati Waykanan Bustami Zainudin mengharapkan pelaksanaan Pemilu 2014 di daerahnya tidak menjadi ajang teror dan pembunuhan karakter peserta pemilu, tetapi jadi sarana pendidikan demokrasi bagi masyarakat setempat.

Menurut Bustami, di Blambanganumpu, Rabu (5/3/2014), pesta demokrasi perlu menjadi sarana pendidikan baik bagi masyarakat yang hidup di alam demokrasi penuh dengan perbedaan.

"Kita tetap harus bersatu dalam hidup berbangsa dan bernegara," ujar Bustami, pada Rapat Koordinasi Paripurna Menyongsong Pemilu Damai 2014 berlangsung di gedung serba guna (GSG) setempat.

Bustama menjelaskan, tujuan kegiatan tersebut bertujuan untuk membangun koordinasi, persepsi, dan komitmen yang sama dalam mengawal pemilu damai, aman, dan demokratis, dan mengantisipasi terjadi penyimpangan dan pelanggaran pemilu sebagai refleksi pengalaman pemilu tahun 2004 dan 2009 yang lalu.

"Pada kesempatan ini saya mengharapkan kepada penyelenggara pemilu, penegak hukum, partai politik, publik, pers dan masyarakat luas agar mendukung sukses pelaksanaan Pemilu 2014," ujarnya, seperti dilansir beritasatu.com.

Ia meminta sejumlah hal dijadikan perhatian bersama, yaitu aparat penegak hukum aktif menghindari berbagai bentuk penyimpangan dan pelanggaran hukum.

"Hindari terjadi kekerasan dan benturan massa kontestan pemilu, jangan sampai adanya pernyataan dan tindakan yang bersifat provokatif dan agitatif yang dapat menyulut emosi masyarakat," katanya.

Kedua, ujar Bustami menambahkan, diharapkan kepada pimpinan partai politik dan elit politik untuk menjaga kedamaian, keamanan dan ketertiban, dan menjamin akuntabilitas serta transparansi pelaksanaan pemilu.

Ketiga, jika masyarakat mengetahui adanya indikasi penyimpangan dan pelanggaran dalam proses pemilu, supaya dilaporkan dengan tertib dan damai sesuai dengan peraturan perundang-undangan kepada pengawas pemilu dan penegak hukum.

Keempat, insan pers atau media massa agar menyajikan pemberitaan yang akurat dan konstruktif serta memberikan informasi yang benar kepada masyarakat.

Kelima, kepada penyelenggara pemilu supaya melaksanakan tugas dengan baik terutama kesiapan logistik dan pendistribusiannya, dengan melakukan tahapan-tahapan yang baik sampai dengan hari pemungutan suara sesuai dengan prosedur dan mencegah bentuk intimidasi dan pemaksaan dari siapa pun kepada siapa pun.

Keenam, menurut Bustami, Badan Pengawas Pemilu agar melakukan pengawasan secara profesional terhadap setiap tahapan pemilu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ketujuh, Bupati Waykanan itu mengingatkan para kepala SMA/SMK supaya menolak segala bentuk intervensi kampanye masuk ke sekolah-sekolah.

Dia juga minta kepala puskesmas lebih cermat untuk menolak segala bentuk pelayanan yang melibatkan calon anggota legislatif dengan menggunakan fasilitas negara.

Seluruh PNS, TNI/Polri juga diharapkan membantu menyukseskan Pemilu Legislatif 9 April 2014 mendatang dan bersikap netral sebagai abdi negara yang profesional.