![]() |
| Bobby Adhityo Rizaldi |
JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Bobby Rizaldi meminta pemerintah mendorong PT PLN untuk mengembangkan pembangkit listrik yang menggunakan energi terbarukan, yang dinilai bermanfaat guna mengurangi beban subsidi listrik.
"Pemerintah harus mendorong PLN untuk mengembangkan pembangkit yang menggunakan sumber energi terbarukan," kata Bobby Adhityo Rizaldi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (3/3/2014).
Ia mengingatkan bahwa saat ini semakin banyak ditemukannya sumber daya energi terbarukan seperti air, panas bumi, sinar matahari, dan angin.
Untuk itu, lanjutnya, seharusnya Indonesia semakin lama semakin terlepas dari ketergantungan terhadap energi fosil yang tidak bisa diperbarui seperti BBM.
"Selama pembangkit listrik di Indonesia masih didominasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM), pembengkakan subsidi listrik akan terus menjadi masalah yang ujung-ujungnya masyarakat menjadi korban," katanya.
Selain itu, ujar politisi partai Golkar tersebut, pemerintah juga harus terus mendesak PLN agar lebih maksimal dalam mendirikan pembangkit-pembangkit listrik baru.
Menurut dia, dalam kurun waktu 2004-2010 rata-rata subsidi BBM Indonesia adalah sebesar Rp90 trilyun, sedangkan subsidi listrik terus meningkat dari tahun ke tahun mencapai sekitar 20 kali lipat dari tahun 2004.
"Permasalahan krisis listrik tersebut harus ditangani dari kedua sisi penyediaan dan permintaan," katanya, seperti dilansir iyaa.com.
Ia juga menegaskan bahwa proyek percepatan pembangunan pembangkit listrik di Indonesia harus didukung oleh setiap lapisan masyarakat dan jangan ada lagi daerah yang menolak bila tempatnya dibangun pembangkit-pembangkit listrik skala besar non-BBM.
Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Susilo Siswoutomo mengatakan, pemerintah daerah diingatkan untuk dapat membantu membebaskan lahan untuk pembangunan pembangkit listrik dalam upaya menghindari kelangkaan pasokan.
"Kami akan memberikan apresiasi kepada pemda yang bersedia membantu mencarikan lahan dan mempermudah memberikan izin pembangunan pembangkit," kata Susilo kepada pers di Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (1/3/2014).
"Pemerintah harus mendorong PLN untuk mengembangkan pembangkit yang menggunakan sumber energi terbarukan," kata Bobby Adhityo Rizaldi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (3/3/2014).
Ia mengingatkan bahwa saat ini semakin banyak ditemukannya sumber daya energi terbarukan seperti air, panas bumi, sinar matahari, dan angin.
Untuk itu, lanjutnya, seharusnya Indonesia semakin lama semakin terlepas dari ketergantungan terhadap energi fosil yang tidak bisa diperbarui seperti BBM.
"Selama pembangkit listrik di Indonesia masih didominasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM), pembengkakan subsidi listrik akan terus menjadi masalah yang ujung-ujungnya masyarakat menjadi korban," katanya.
Selain itu, ujar politisi partai Golkar tersebut, pemerintah juga harus terus mendesak PLN agar lebih maksimal dalam mendirikan pembangkit-pembangkit listrik baru.
Menurut dia, dalam kurun waktu 2004-2010 rata-rata subsidi BBM Indonesia adalah sebesar Rp90 trilyun, sedangkan subsidi listrik terus meningkat dari tahun ke tahun mencapai sekitar 20 kali lipat dari tahun 2004.
"Permasalahan krisis listrik tersebut harus ditangani dari kedua sisi penyediaan dan permintaan," katanya, seperti dilansir iyaa.com.
Ia juga menegaskan bahwa proyek percepatan pembangunan pembangkit listrik di Indonesia harus didukung oleh setiap lapisan masyarakat dan jangan ada lagi daerah yang menolak bila tempatnya dibangun pembangkit-pembangkit listrik skala besar non-BBM.
Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Susilo Siswoutomo mengatakan, pemerintah daerah diingatkan untuk dapat membantu membebaskan lahan untuk pembangunan pembangkit listrik dalam upaya menghindari kelangkaan pasokan.
"Kami akan memberikan apresiasi kepada pemda yang bersedia membantu mencarikan lahan dan mempermudah memberikan izin pembangunan pembangkit," kata Susilo kepada pers di Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (1/3/2014).
