Notification

×

Listrik di Lampung Padam Lebih dari Satu Kali dalam Sehari

10 March 2014 | 12:30 WIB Last Updated 2016-07-31T11:58:28Z

LAMPUNG -
Masyarakat di Provinsi Lampung menyesalkan pihak PT PLN Distribusi Lampung, gencar memadamkan aliran listrik ke rumah warga, sampai dua kali bahkan ada yang sampai tiga kali dalam sehari. Pemadaman aliran listrik dengan lama waktu padam hingga empat jam telah merugikan aktivitas warga pada siang dan malam hari.

Seperti pemadaman listrik yang terjadi pada Minggu (9/3/2014) pagi, mulai dari usai subuh, dan listrik menyala kembali pada pukul 10.00 WIB. Aktivitas warga pada pagi hari, terutama yang menggelar pesta pernikahan menjadi terganggu dengan pemadaman listrik yang sudah tidak berjadwal lagi.

Sebelumnya, pada malam Minggu sekitar pukul 18.30 WIB terjadi pemadaman listrik. Warga baru bisa beraktivitas lagi karena lampu listrik baru menyala pada pukul 22.15 WIB. Pemadaman yang tidak menentu sehari bisa dua hingga tiga kali pada siang dan malam hari ini, sangat merugikan warga. Selain beberapa alat elektronik rumah tangga rusak, juga warga tidak bisa bekerja dan berdagang.

Menurut Daryanto, warga Wayhalim Bandar Lampung, listrik padam sampai dua kali sehari di tempat tinggalnya. 

"Sekarang tidak lagi menentu kapan listrik padam. Malam hari sudah biasa, sekarang pagi, atau siang hari juga sering terjadi," tutur pegawai negeri ini, seperti dilansir republika.co.id, Senin (10/3/2014).

Pemadaman siang hari membuat Anugerah terpaksa menghentikan aktivitas usaha fotocopy-nya. Ia sudah beberapa kali mengistirahatkan pekerjannya, karena tidak bisa menjalankan mesin fotocopy-nya. 

"Kalau sudah mati lampu, semua urusan dianggap selesai, istirahat semua," katanya dengan nada kesal.

Pemadaman aliran listrik ini terjadi juga di sejumlah daerah di Lampung. Kabupaten Tanggamus, Lampung Utara dan Lampung Barat, warganya sampai membuat surat pembaca di koran lokal. Mereka mempertanyakan kinerja PT PLN mengurusi energi listrik, yang setiap tahun selalu terjadi pemadaman bila ada kerusakan.

Bahkan, di Liwa, ibukota Kabupaten Lampung Barat, setiap malam gelap-gelapan. Anak-anak sekolah tak dapat lagi belajar malam, karena listrik tidak bisa diharapkan untuk menyala lagi seperti sebelumnya.