Notification

×

Ini Alasan Proyek JSS Tak Kunjung Dibangun

05 March 2014 | 07:40 WIB Last Updated 2014-03-05T00:40:19Z

JAKARTA - Wacana Jembatan Selat Sunda (JSS) untuk menyambungkan Sumatera dengan Jawa memang sudah dari puluhan tahun yang lalu. Namun sampai sekarang proyek ini tak kunjung berjalan atau jauh dari realisasi.

Pemerintah era SBY - Boediono kembali mengusung proyek JSS. Tadinya lewat Perpres No 86 Tahun 2011, ditargetkan peletakkan batu pertama atau groundbreaking pada tahun 2014. Tapi tetap saja masih belum ada perkembangan.

Deputi Bidang Infrastruktur Kemenko Perekonomian, Lucky Eko Wuryanto mengatakan proyek JSS bernilai sangat besar. Sehingga banyak pihak yang akhirnya terlihat takut atau 'seram' untuk menjalankannya.

"Sebetulnya masalahnya ini, kan mungkin karena besarnya proyek. Besarnya proyek ini agak membuat banyak orang jadi seram juga kan. Karena kalau sudah dikeluarkan (keputusan), nanti kan panjang ya (proyeknya)," ujar Lucky di kantornya, Jakarta, Selasa (4/3/2014)

Ia menuturkan, pada Perpres sebelumnya sudah jelas bahwa proyek JSS dimulai dengan studi kelayakan atau feasibility study (FS) pada tahun 2011 sampai dengan 2013. Kemudian pada tahun 2014 mulai groundbreaking.

"Waktu itu sebenarnya di rakor sudah dari dulu. Coba liat dari Perpresnya dari 2011 kan. waktu itu sudah ada perpresnya yang dikejar 2 tahun supaya FS selesai dan 2013 selesai dan 2014 itu sudah groundbreaking. Maunya kan begitu," jelasnya, seperti dilansir detik.com.

Saat ini, kata Lucky persiapan proyek JSS tengah dalam proses pembentukan Badan Pelaksana (Bapel). Ini merupakan kelanjutan dari keputusan pada Perpres. Ketua Bapel akan dipilih oleh tim nasional.

"Bapel itu belum ada, untuk bisa diusulkan itu harus dilihat kriterianya. Saya nggak tahu apa perlu proper, nah setelah terpilih maka ada Kepres, dan nanti dia memilih deputinya dan orangnya dia," ujar Lucky.