Notification

×

China Bersumpah Akan Menghukum Pelaku Serangan Di Stasiun

03 March 2014 | 11:46 WIB Last Updated 2014-03-03T04:46:41Z

KUNMING - Pemerintah China pada Minggu (2/3/2014) waktu setempat, berjanji akan memberi hukuman berat terhadap para tersangka penikaman acak yang menyebabkan 29 orang meninggal di stasiun kereta api.

Serangan diduga dilakukan oleh kelompok separatis yang mengguncang kota tersebut.

Para korban mengatakan, tersangka penyerang berpakaian hitam-hitam dan tanpa pandang-bulu menikam orang-orang yang sedang mengantri membeli tiket kereta pada Sabtu (1/3/2014) malam di stasiun kereta Kunming, dalam peristiwa yang berlangsung sekitar 30 menit.

Sebanyak 130 orang terluka dalam kejadian di kota di barat daya Provinsi Yunnan, dan mengguncang seluruh negeri.

Polisi menembak mati sedikitnya empat tersangka penyerang serta menangkap seorang tersangka namun beberapa tersangka lain basih buron, menurut kantor berita China, Xinhua yang menyebut peristiwa itu adalah 9/11 versi China yaitu kejahatan terhadap kemanusiaan.

Seorang pekerja toko mengatakan kepada AFP bahwa sebagian korban melarikan diri ke tokonya.

"Banyak yang menangis dan sebagian tersayat. Kami merasa ngeri. semua orang Kunming masih terguncang," katanya.

Kepala Keamanan China Meng Jianzhu yang segera menuju Kunming untuk memimpin operasi, berjanji melakukan "semua upaya" untuk memberikan hukuman terhadap tersangka pelaku teror sesuai hukum, kata Xinhua.

Kehadiran polisi dalam jumlah besar di tempat kejadian terlihat pada Minggu, sementara warga berdatangan untuk menyalakan lilin duka cita.

Layanan kereta pulih kembali pada Minggu dengan perkiraan 60.000 penumpang akan meninggalkan stasiun, sementara polisi memeriksa semua bawaan penumpang.

"Saya tidak percaya petaka ini terjadi di kota kami," ujar salah seorang penumpang. "Tapi kami mesti melanjutkan hidup, atau para penyerang akan menang."

Keamanan ditingkatkan di bandara internasional Changshui di kota itu, demikan pula keamanan di sekolah-sekolah diperketat pada Senin (3/3/2014), tulis Xinhua, seperti dilansir iyaa.com.

Pemerintah Kunming mengatakan, serangan itu dilakukan oleh kelompok separatis dari wilayah Xinjiang, yang merupakan wilayah permukiman etnis Uigur, kelompok minoritas yang kebanyakan adalah umat Muslim.

Serangan hampir tidak pernah terjadi di Yunnan, salah satu kawasan pariwisata yang berjarak 1.600 km dari Xinjiang.

Beberapa bulan lalu tiga orang anggota keluarga dari Xinjiang menabrakkan mobil yang mereka kendarai ke arah kerumunan wisatawan di Alun-Alun Tiananmen di Beijing, salah satu lambang jantung negara China, menyebabkan dua orang meninggal.

Barry Sautman, pakar politik etnis China dari Universitas Sains dan Teknologi Hong Kong mengatakan, serangan itu "membawa perlambang yang tinggi."

"Menunjukkan bahwa pihak yang melakukannya mampu menyerang di mana saja." katanya kepada AFP.

Tas dan sepatu berserakan ditinggalkan para pemilik dan ceceran darah terlihat di stasiun ketika polisi berjaga di dekat jenazah pada korban.

Salah seorang korban luka Yang Haife mengatakan ia mendapat luka tusuk di dada dan punggung ketika penyerang menghampirinya pada saat ia membeli tiket.

"Saya melihat ada seseorang berjalan langsung ke arah saya dengan menghunus pisau. Saya dan orang-orang berlari," katanya sementara banyak orang yang terjatuh.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon mengecam serangan tersebut dan berharap agar mereka yang bertanggungjawab dapat segera diadili.