KOTA GAZA - Sebanyak 15 orang Palestina yang beribadah cedera dalam bentrokan dengan tentara Israel setelah Shalat Jumat di Masjid Al-Aqsha di Jerusalem Timur.
Tentara Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsha dari Gerbang Al-Magharbe dan melemparkan bom suara serta tabung gas air mata ke arah orang yang beribadah. Sejumlah orang dari mereka cedera, kata beberapa sumber setempat di Jerusalem Timur kepada Xinhua - yang dipantau di Jakarta, Sabtu (8/2/2014) pagi.
Sumber itu menambahkan, tentara Israel menghalangi gerbang masjid tersebut dan mengepung orang yang beribadah, sehingga mereka tak bisa meninggalkan kompleks tersebut.
Sementara itu, radio resmi Israel melaporkan bentrokan terjadi ketika tentara Israel ingin membubarkan orang Palestina yang melempar batu, seperti dilansir iyaa.com.
Rakyat Palestina mengingini Jerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka. Namun Israel menyatakan kota tersebut adalah "ibu kota abadi negara Yahudi".
Sebelumnya rakyat Palestina marah terhadap pengumuman oleh Kementerian Permumahan Israel bahwa kementerian tersebut telah menawarkan pembangunan 1.200 rumah di permukiman Yahudi di Jerusalem Timur dan Tepi Barat Sungai Jordan.
Rakyat Palestina mengatakan keputusan tersebut akan membuat tergelincir perundingan perdamaian yang memang rapuh antara kedua pihak.
Radio Israel melaporkan 800 unit rumah akan dibangun di permukiman di Jerusalem Timur dan sebanyak 400 rumah lagi di Tepi Barat.
Berita mengenai tender tersebut dikeluarkan saat perunding Palestina dan Israel, bersama dengan penengah dari AS, dijadwalkan mengadakan babak baru pembicaraan langsung di Jerusalem pada Rabu (5/2/2014).
Mohamed Ishtaya, seorang perunding Palestina, mengatakan kepada Xinhua keputusan Israel itu adalah pukulan yang sengaja dilancarkan terhadap upaya AS dan internasional untuk mewujudkan perdamaian di wilayah tersebut.
Ditambahkannya, "Perdana dan permukiman adalah dua hal yang bertolak-belakang dan tap bisa bertemu."
Media Israel sebelumnya telah melaporkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bermaksud secara resmi mengumumkan dilanjutkannya pembangunan permukiman sejalan dengan pembebasan sekelompok tahanan Palestina sebagai bagian dari 104 tahanan yang dijadwalkan dibebaskannya.
Pada Minggu pagi (2/2/2014), Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Utusan Khusus AS Urusan Timur Tengah Martin Indyk bertemu di Ramallah, Tepi Barat, guna mempersiapkan babak berikutnya pembicaraan perdamaian.
Perdana Menteri Jordania Abdullah Ensour, Selasa (4/2/2014), menyampaikan keprihatinan negerinya mengenai kejutan yang mungkin muncul bagi Jordania ketika sampai pada hasil pembicaraan perdamaian Palestina-Israel, kata kantor berita resmi Jordania, Petra.
Sangat penting bahwa Palestina terus memberitahu Jordania mengenai semua usul yang dibahas, kata Ensour. Ia menambahkan Presiden Palestina Mahmoud Abbas berjanji akan terus memberitahu Jordania mengenai pembicaraan perdamaian.
Perdana Menteri Jordania tersebut juga mengatakan negaranya takkan menerima setiap pelanggaran atas hak asasi orang Jordania yang berasal dari Palestina, dan menyatakan mereka memiliki hak untuk pulang dan ganti rugi.
