![]() |
| Bus Trans Jogja. (Arif Wibowo/tempo) |
YOGYAKARTA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta membeli 20 bus dari Lampung. Sedangkan 20 bus milik Pemerintah Kota Yogyakarta yang dipakai perusahaan angkutan Trans Jogja justru dikembalikan.
“Bus dari Lampung dibeli karena mempunyai spesifikasi sama dengan bus Trans Jogja,” ujar Kepala Dinas Perhubungan DIY Budi Antono, Jumat (7/2/2014).
Tak dijelaskan apakah 20 bus itu baru atau bekas. Tapi saat ini 20 bus yang dianggarkan APBD DIY sebesar Rp 8,5 miliar itu telah berada di Bogor, Jawa Barat, untuk dicat.
Tak dijelaskan apakah 20 bus itu baru atau bekas. Tapi saat ini 20 bus yang dianggarkan APBD DIY sebesar Rp 8,5 miliar itu telah berada di Bogor, Jawa Barat, untuk dicat.
"Biar warnanya disesuaikan dengan warna bus Trans Jogja yang sudah ada," kata Budi. Bus itu diharapkan sampai Yogyakarta akhir Februari, sehingga bisa dioperasikan pada Maret mendatang.
Namun, kata dia, pengoperasian jalur 20 bus baru Trans Jogja hingga saat ini belum final. Kabarnya, 20 bus itu tak hanya akan dioperasikan di jalur baru, yaitu 4A dan 4B, melainkan juga di jalur 1A, 1B, 2A, 2B, 3A, dan 3B.
Namun, kata dia, pengoperasian jalur 20 bus baru Trans Jogja hingga saat ini belum final. Kabarnya, 20 bus itu tak hanya akan dioperasikan di jalur baru, yaitu 4A dan 4B, melainkan juga di jalur 1A, 1B, 2A, 2B, 3A, dan 3B.
"Kami akan sosialisasi kalau sudah fix," ujarnya, seperti dilansir tempo.co.
Meski rencana pengoperasian bus baru di jalur 4A dan 4B belum jelas, tapi paguyuban supir bus Kota Yogyakarta sudah meradang.
Meski rencana pengoperasian bus baru di jalur 4A dan 4B belum jelas, tapi paguyuban supir bus Kota Yogyakarta sudah meradang.
“Itu jalur padat yang menjadi penunjang utama trayek bus perkotaan. Kami tidak terima itu diserobot,” kata koordinator paguyuban awak bus umum Kota Yogyakarta, Benny Wijaya, kemarin.
Menurut dia, rute baru Trans Jogja dijalur 4 akan makin menggerus penghasilan awak bus kota.
Menurut dia, rute baru Trans Jogja dijalur 4 akan makin menggerus penghasilan awak bus kota.
“Dengan adanya jalur Trans Jogja saat ini saja, penghasilan para awak bus sudah mepet dengan pendapatan bersih rata-rata Rp 70 ribu per hari pada hari biasa,” katanya. Jumlah itu dibagi antara supir dan kondektur.
Menurut Benny, jika Pemerintah DIY nekat memakai jalur 4, awak bus yang kini berjumlah 900 dari lima koperasi itu siap menggelar aksi mogok kedua. Pada November 2013, awak bus kota ini sempat mogok untuk menentang rencana penghapusan bus umum diganti armada Trans Jogja.
Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Windarto mengaku belum mendapat informasi lengkap soal pengoperasian Trans Jogja di jalur 4.
Menurut Benny, jika Pemerintah DIY nekat memakai jalur 4, awak bus yang kini berjumlah 900 dari lima koperasi itu siap menggelar aksi mogok kedua. Pada November 2013, awak bus kota ini sempat mogok untuk menentang rencana penghapusan bus umum diganti armada Trans Jogja.
Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Windarto mengaku belum mendapat informasi lengkap soal pengoperasian Trans Jogja di jalur 4.
“Sampai saat ini, Provinsi DIY belum menginformasikan ke kami, sehingga tak ada rencana pengubahan jalur bus,” ujarnya.
