![]() |
| Mawardy Nurdin |
BANDA ACEH - Pemerintah Aceh menganugerahkan penghargaan kepada almarhum Wali Kota Banda Aceh, Mawardy Nurdin sebagai bapak pembangunan Kota Banda Aceh, yang tutup usia pada Sabtu (8/2/2014) malam.
"Atas dedikasinya dalam memimpin dan membangun Kota Banda Aceh pascatsunami khususnya, Pemerintah Aceh memberikan penghargaan darma bakti sebagai bapak pembangunan Kota Banda Aceh ke almarhum Mawardy Nurdin," kata Gubernur Aceh Zaini Abdullah di Banda Aceh, Minggu (9/2/2014).
Dalam amanatnya pada upacara pemakaman Wali Kota Banda Aceh di Kompleks kuburan keluarga di Gampong/desa Lamteumen Barat, Ia mengatakan penghargaan yang diberikan tersebut merupakan salah satu bentuk apresiasi terhadap kontribusi dalam membangun daerah.
Dijelaskannya, pria yang lahir di Sigli Kabupaten Pidie pada 30 Mei 1954 itu mengambil berbagai terobosan dan merancang kembali beberapa pembangunan di kota yang luluh lantak akibat tsunami yang menghantam kota tersebut pada 26 Desember 2004.
"Ia selalu membangun komunikasi dengan semua pihak dan memberikan berbagai solusi dalam memecahkan berbagai persoalan yang muncul di kota itu," katanya, seperti dilansir iyaa.com.
Ia mengatakan, berbagai hasil kerja yang dilakukan Mawardi Nurdin sejak memimpin Kota Banda Aceh khususunya kini telah dinikmati seluruh masyarakat di kota tersebut.
Zaini mengatakan dengan pengalaman yang dimiliki sejak bergelut dibirokrasi dan menjadi pemimpin daerah ia mampu membangun komunikai dan harmonisasi dengan pejabat di tingkat kota, daerah dan pusat.
Sebelum menjabat sebagai Wali Kota Banda Aceh dua periode. Mawardy telah menjabat sejumlah jabatan dibirokrasi diantaranya Kepala Bapedalda Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepala Dinas Perkotaan dan Permukiman NAD.
Kemudian Mawardy Nurdin diangkat sebagai PJ Wali Kota Banda Aceh menggantikan Wali Kota lama Syarifuddin latief yang meninggal dunia akibat musibah tsunami 2004.
Mawardy yang berpasangan dengan Illiza Saa`duddin Djamal terpilih menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh pada 2006 dan kembali menang untuk periode kedua pada Pilkada 2012.
Almarhum Mawardy Nurdin meninggalkan empat orang anak, yakni tiga putra dan seorang putri dari perkawinannya dengan Nurshanti Adnan.
"Atas dedikasinya dalam memimpin dan membangun Kota Banda Aceh pascatsunami khususnya, Pemerintah Aceh memberikan penghargaan darma bakti sebagai bapak pembangunan Kota Banda Aceh ke almarhum Mawardy Nurdin," kata Gubernur Aceh Zaini Abdullah di Banda Aceh, Minggu (9/2/2014).
Dalam amanatnya pada upacara pemakaman Wali Kota Banda Aceh di Kompleks kuburan keluarga di Gampong/desa Lamteumen Barat, Ia mengatakan penghargaan yang diberikan tersebut merupakan salah satu bentuk apresiasi terhadap kontribusi dalam membangun daerah.
Dijelaskannya, pria yang lahir di Sigli Kabupaten Pidie pada 30 Mei 1954 itu mengambil berbagai terobosan dan merancang kembali beberapa pembangunan di kota yang luluh lantak akibat tsunami yang menghantam kota tersebut pada 26 Desember 2004.
"Ia selalu membangun komunikasi dengan semua pihak dan memberikan berbagai solusi dalam memecahkan berbagai persoalan yang muncul di kota itu," katanya, seperti dilansir iyaa.com.
Ia mengatakan, berbagai hasil kerja yang dilakukan Mawardi Nurdin sejak memimpin Kota Banda Aceh khususunya kini telah dinikmati seluruh masyarakat di kota tersebut.
Zaini mengatakan dengan pengalaman yang dimiliki sejak bergelut dibirokrasi dan menjadi pemimpin daerah ia mampu membangun komunikai dan harmonisasi dengan pejabat di tingkat kota, daerah dan pusat.
Sebelum menjabat sebagai Wali Kota Banda Aceh dua periode. Mawardy telah menjabat sejumlah jabatan dibirokrasi diantaranya Kepala Bapedalda Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepala Dinas Perkotaan dan Permukiman NAD.
Kemudian Mawardy Nurdin diangkat sebagai PJ Wali Kota Banda Aceh menggantikan Wali Kota lama Syarifuddin latief yang meninggal dunia akibat musibah tsunami 2004.
Mawardy yang berpasangan dengan Illiza Saa`duddin Djamal terpilih menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh pada 2006 dan kembali menang untuk periode kedua pada Pilkada 2012.
Almarhum Mawardy Nurdin meninggalkan empat orang anak, yakni tiga putra dan seorang putri dari perkawinannya dengan Nurshanti Adnan.
