BANDAR LAMPUNG - Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung menggelar pra rekonstruksi kasus pembuangan kakek Suparman, Selasa (4/2/2014). Pra rekonstruksi dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP).
Dari pra rekonstruksi terlihat, awalnya Suparman dimasukkan ke dalam mobil ambulans dari pintu belakang. Di dalam mobil sudah ada Muhaimin (sopir), Andika, Rika, Andi, dan Adi. Mereka kemudian menjemput Rudi (tukang parkir) yang berada di tempat parkir.
Keenam orang itu lalu langsung membawa Suparman pergi dan berhenti di sebuah gubuk di daerah Sukadanaham, Tanjungkarang Barat. Rudi lalu keluar mobil. Tak lama Andika turun dan ngobrol dengan Muhaimin yang masih berada di balik setir, seperti dilansir tribunlampung.co.id.
Rika ikut turun. Lalu Rika, Andi, dan Rudi pun menggotong keluar Suparman keluar dari mobil. Mereka meletakkan Suparman di atas kursi kayu yang ada di dalam gubuk. Usai meletakkan Suparman, mereka pun pergi meninggalkan Suparman sendirian.
Andika, salah seorang tersangka kasus pembuangan kakek Suparman, mengakui mereka diperintah Heriyansyah, yang saat itu menjabat Kasubbag Umum dan Humas Rumah Sakit Umum Dadi Tjokrodipo, untuk membuang Suparman.
"Kami diperintah Heriyansyah membuang kakek itu ke pasar biar ada yang kasih makan," tutur Andika saat diwawancara wartawan di tempat penemuan Suparman di Sukadanaham, Tanjungkarang Barat.
Namun sampai di tengah jalan, kata Andika, ia dan rekan-rekannya berembuk. Mereka akhirnya memutuskan meninggalkan Suparman di sebuah gubuk di Sukadanaham, Tanjungkarang Barat.
Andika mengatakan, usai melakukan pembuangan kakek Suparman, mereka dikumpulkan Heriyansyah di ruang E2. Di tempat itu, tutur Andika, Heriyansyah meminta untuk merekayasa cerita.
Andika mengutarakan, pada pertemuan itu dihadiri Dika, Rika, Andi, Adi, Mahendri, dan Heriansyah. "Heriyansyah minta kami untuk merekayasa cerita bahwa kakek itu berontak dan melompat dari mobil," paparnya.
Ia mengatakan, Heriyansyah merancang cerita bahwa yang membawa Suparman adalah Muhaimin, Mahendri, dan Rika.
Andika mengutarakan, pada pertemuan itu dihadiri Dika, Rika, Andi, Adi, Mahendri, dan Heriansyah. "Heriyansyah minta kami untuk merekayasa cerita bahwa kakek itu berontak dan melompat dari mobil," paparnya.
Ia mengatakan, Heriyansyah merancang cerita bahwa yang membawa Suparman adalah Muhaimin, Mahendri, dan Rika.
