![]() |
| Ali Ghufron Mukti |
JAKARTA - Pihak Kementerian Kesehatan mengirimkan tim investigasi untuk menyelidiki dugaan pembuangan kakek Edi oleh Dokter di RS Dadi Tjokrodipo di Bandar Lampung. Hasil investigasi tim itu akan menentukan sanksi bagi rumah sakit umum daerah tersebut.
"Sekarang kami buat tim. Kami kirim ke Lampung dari Kemenkes untuk melihat dan menyelidiki betul karena kepolisian di sana sudah menangkap 5 atau 6 orang," ujar Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti di Wisma Antara, Jakarta, seperti dilansir metrotvnews.com, Selasa (4/2/2014).
Ia mengakui informasi yang diterima Kementerian Kesehatan berbeda-beda. Informasi yang diberikan Dinas Kesehatan Lampung dan RS itu berbeda dengan pemberitaan media. Dinkes dan RS terduga mengaku tidak membuang sang kakek. Mereka mengaku hanya merujuk kakek asal Palembang tersebut.
"Tapi kan kita tidak tahu. Jangan-jangan ini betul dibuang. Tapi kita agak aneh ya. Di dunia kedokteran pasien dibuang itu tidak pernah dengar dan sulit logikanya gimana. Kita itu disumpah, apa pun pasien diutamakan adalah kepentingan pasien. Tidak boleh mendiskriminasikan atas status sosial, suku, agama, atau jenis kelamin. Itu tidak boleh. Kok ini sampai dibuang, agak aneh. Sangat aneh," tutur Ali.
Beberapa hari lalu, polisi menangkap enam petugas Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Dadi Tjokrodipo, Bandar Lampung. Mereka diduga membuang pasien miskin bernama Darno alias Edi di sebuah gubuk. Setelah dibuang, pasien tua renta itu meninggal dunia setelah dibawa ke RSUD Dr H Abdul Moeloek.
Empat di antaranya telah mengakui perbuatannya telah membuang sang kakek. Mereka adalah sopir ambulans, dua perawat, dan seorang petugas kebersihan. Mobile ambulans yang digunakan untuk membuang kakek Edi pun telah berubah fungsi menjadi mobil operasional.
Ketika ditanya tentang sanksi yang akan dikenakan ke rumah sakit jika terbukti ada keterlibatan pejabat, Ali enggan menjawab. Menurut dia, peristiwa ini baru dugaan.
"Nanti dilihat, ini istilahnya rumah sakit atau petugas atau siapa. Kalau ya, tapi kita tunggu saja. Kita kan baru mengirim tim, kita tunggu saja hasilnya. Nanti kalau kalau, orang bacanya serius padahal kalau-kalau," kilah Ali.
