LAMPUNG TMUR - Terkait adanya dugaan pemotongan dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) di Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum (MIBU), Desa Putra Aji II, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur (Lamtim), mendapat perhatian serius sejumlah lembaga di Lampung Timur.
Agar mendapatkan efek jera, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Patriot Indonesia, akan melaporkan dugaan pemotongan dana BSM itu ke penegak hukum.
“Kami akan laporkan masalah ini, supaya dapat menimbulkan efek jera terhadap oknum di MI Bustanul Ulum tersebut, serta dapat menjadi pembelajaran bagi sekolah-sekolah yang lain,” kata Ketua LSM Patriot Indonesia, Rabu (12/2/2014).
Untuk diketahui, puluhan siswa penerima Bantuan Siswa Miskin (BSM) di Madrasyah Ibtidaiyah Baitul Ulum, di Desa Putra Aji I, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur, mengaku jika pihak sekolah melakukan pemotongan dana BSM sebesar Rp160 ribu/siswa dari Rp360 ribu yang seharusnya diterima siswa di tahun anggaran 2013-2014.
Salah seorang wali murid, Rokiadi mengaku jika seluruh siswa yang menerima BSM dipotong pihak sekolah.
“Penerima BSM di Madrasah Ibtidaiyah Baitul Ulum semuanya dipotong pihak sekolah, sebesar Rp160.000/siswa,” jelasnya.
Dugaan pemotongan BSM ini dilakukan dilakukan terhadap siswa kelas IV dan kelas VI, yakni Ahis binti Abrup kelas VI, Rehan bin Samsudin kelas IV, Lukman bin Soyono kelas IV, Doni bin Sakir kelas VI dan Roni bin Agussari kelas VI.
“Bukan hanya baru-baru ini saja dilakukan pemotongan, tetapi dari tahun-tahun sebelumnya pun begitu,” bebernya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Baitul Ulum, Maryani tidak berada di tempat, begitu juga dengan wali kelas dari sejumlah siswa penerima BSM. (bur/JJ)
