JAKARTA - Untuk meningkatkan pasokan gas untuk domestik, ada beberapa hal yang dilakukan. Antara lain, optimalisasi pengiriman gas alam cair (LNG) untuk domestik.
Tahun ini, komitmen pasokan LNG domestik mencapai 38 kargo, lebih tinggi dari realisasi tahun 2013 yang sebanyak 25 kargo. Hal ini karena mulai 2014 ada pasokan LNG untuk FSRU Lampung.
Kilang Tangguh yang dikelola BP Berau Limited akan memasok 16 kargo LNG untuk domestik. Rincinya, FSRU Jawa Barat 5 kargo, PT Pupuk Iskandar Muda dengan skema swap 6 kargo, dan FSRU Lampung 5 kargo. Kemudian, Kilang Bontang milik PT Badak NGL akan memasok 22 kargo untuk FSRU Jawa Barat.
"Selain itu, lapangan-lapangan baru yang seluruh produksinya untuk konsumen domestik ikut mengerek peningatan persentase," kata Kepala Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Elan Biantoro dalam keterangan tertulisnya, Minggu (9/2/2014).
Misalnya, produksi lapangan Ruby sebesar 80 juta kaki kubik per hari untuk Pabrik Pupuk PKT 5 mulai 27 Oktober 2013. Begitu pula dengan penyelesaian pembahasan pengalihan (swap) gas antara PremierOil dan ConocoPhillips, seperti dilansir okezone.com.
PremierOil akan mengirimkan gas ke pembeli eksisting ConocoPhillips di Singapura, sehingga ConocoPhillips dapat mengirimkan gas ke pembeli domestik PremierOil, khususnya di Jawa Barat. Swap sebesar 40 juta kaki kubik per hari ini diterima oleh PLN, BUMD Banten, dan Perusahaan Gas Negara (PGN).
Sebagai gambaran, alokasi gas bumi untuk dalam negeri sebesar 3.782 miliar british thermal unit per hari (Bbtud) atau 52,7 persen. Pada 2012, porsi gas domestik sebesar 3.550 BBtud atau 49,5 persen. Alokasi ini naik menjadi 3.774 BBtud atau 52,1 persen pada 2013.
