![]() |
| ilustrasi |
LAMPUNG TIMUR - Warga Desa Gunung Mas, Kecamatan Marga Sekampung, Lampung Timur mengeluhkan sedikitnya akses air bersih yang bisa didapatkan.
"Desa kami ini letaknya di dataran tinggi, untuk mendapatkan air itu susah," ujar Kepala Desa Gunung Mas Sutiyarto di Lampung Timur, Kamis (23/1/2014). Untuk mendapatkan air di desa tersebut, paling tidak harus menggali sumur sedalam 100 hingga 120 meter.
"Sulit kalau hanya dikerjakan penduduk tanpa alat berat," kata dia.
Penduduk desa terpaksa harus berjalan sejauh tujuh kilometer untuk mendapatkan air. Apalagi pada musim kemarau, penduduk desa terpaksa membeli air.
"Paling tidak, kami harus mengeluarkan uang Rp480.000 untuk air selama satu bulan," jelasnya, seperti dilansir iyaa.com. Sebelumnya, di desa tersebut sudah ada air dari PDAM. Namun, hal itu tidak berlangsung lama.
Bupati Lampung Timur Erwin Arifin mengakui desa tersebut kesulitan air bersih.
"Memang susah kalau di desa ini," kata Erwin. Desa yang memiliki delapan dusun, dan berpenduduk sekitar 3.000 jiwa.
"Kami bersyukur dengan adanya pemberian sarana air bersih dari Mosanto Indonesia."
Direktur Utama Mosanto Indonesia Mauricio F Amore mengatakan air bersih dan sanitasi sangat penting untuk kehidupan.
"Sayangnya, tidak semua orang memiliki kesempatan tersebut," kata Mauricio.
Untuk itu, Mosanto Indonesia memberikan bantuan akses air bersih dan sarana prasana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Gunung Mas melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Total dana yang diberikan untuk proyek di Desa Gunung Mas sebesar Rp1,7 miliar. Mauricio mengharapkan bantuan tersebut dapat bermanfaat untuk masyarakat desa itu.
