Notification

×

Oedin: Tak Masalah Rycko Diperiksa KPK, Biar Jelas

07 January 2014 | 18:16 WIB Last Updated 2016-07-31T11:59:48Z

LAMPUNG - Gubernur Lampung Sjachroedin ZP menanggapi santai terkait pemanggilan anak sulungnya yang kini menjabat sebagai Bupati Lampung Selatan, Rycko Menoza, oleh KPK.

Rycko bakal diperiksa penyidik sebagai saksi kasus dugaan suap yang menimpa bekas Ketua MK Akil Mochtar. Sjachroedin mengatakan, tidak ada masalah Rycko dipanggil, agar semuanya jelas. 

"Nggak ada masalah (Rycko diperiksa KPK). Biar jelas bagaimana yang benar," ujar gubernur yang akrab disapa Oedin itu melalui pesan pendek, Selasa (7/1/2014).

Sementara, Rycko Menoza mengaku masih melaksanakan umrah. Karena itu, ia tidak bisa menghadiri panggilan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), kemarin.

"Saya masih dalam izin umrah hingga Rabu (15/1/2014). Minta dijadwalkan kembali sesudahnya," kata Rycko melalui pesan singkat, seperti dilansir tribunlampung.co.id.

Kemarin, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Bupati Lampung Selatan, Rycko Menoza.

Dia akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk melengkapi berkas tersangka Akil Mochtar terkait kasus dugaan suap penanganan sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Rycko Menoza dipanggil sebagai menjadi saksi," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi, Priharsa Nugraha.

Tidak hanya bupatinya, KPK juga memanggil Wakil Bupati Lampung Selatan, Eki Setyanto, pada perkara sama. Ia juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Ketua MK tersebut.

"Sama, sebagai saksi," kata Priharsa.

Untuk diketahui, KPK tengah mendalami serta mengembangkan kasus yang menjerat Akil ini sebagai tersangka. Sebab, diduga KPK, Akil telah menerima suap saat menangani perkara pilkada sejumlah daerah. Di antaranya Pilkada Lampung Selatan, Buton, Lebak Banten, Palembang, Empat Lawang, Banyuasin, dan Kalimantan Tengah.

Selain keduanya, penyidik juga memanggil saksi lainnya: Ajudan Bupati Buton, Yusran, pengusaha La Ode Muh Agus Mu'min, Kepala Cabang Bank Mandiri KC Plaza Mandiri, Ulupi Maweh Martini, Ketua KPU Jawa Timur, Andry Dewanto, dan tiga pihak swasta, Susanto, Kurrotul Aini, Dadang Prijatna.