Notification

×

Kapal Tenggelam di Perairan Lampung, 1 Tewas 2 Hilang

24 January 2014 | 15:08 WIB Last Updated 2014-01-24T08:08:55Z
ilustrasi

LAMPUNG -
Cuaca buruk di lautan membuat kembali menyebabkan kapal motor (KM) Putra Waras tenggelam. Kapal nelayan Brebes, Jawa Tengah, itu dikabarkan karam di perairan Lampung. Akibatnya, satu nelayan dikabarkan tewas, empat selamat dan empat lainnya hilang.

Kapal itu milik Romli (44) warga Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes. Informasi tenggelamnya kapal diketahui setelah salah satu nelayan korban selamat Faturokhman (31), berhasil dipulangkan ke kampung halamannya di Brebes.

Faturokhman mengungkapkan korban tewas adalah Deni (26). Sementara korban selamat dan kini pulang ke desanya adalah, Romli; pemilik kapal, Nandi, Taufik dan Faturokhman.

Sementara itu korban yang hilang dan sampai saat ini masih dalam proses pencarian adalah Toto (27), Ali (28), Sofani (27) dan Purwanto (18).

Faturokhman menceritakan, tenggelamnya KM Putra Waras bermula saat rombongan dalam satu kapal mencari ikan di perairan Pulau Dua Provinsi Lampung pada Kamis (16/1/2014) lalu. 

"Tiba-tiba cuaca memburuk, dan datang ombak besar," tuturnya.

Kapal dengan 9 orang ABK itu awalnya terombang-ambing kemudian langsung diterjang ombak besar hingga tenggelam.

"Saya berangkat hari Kamis pagi dari Pelabuhan Kronjo. Sekitar pukul 13.00 WIB, kapal tiba di perairan Lampung, tapi tiba-tiba ombak besar menghantam kapal hingga kapal terbalik," ujarnya, seperti dilansir merdeka.com, Jumat (24/1/2014).

Faturokhman menjelaskan, saat kejadian itu kapal terbalik hingga posisinya tengkurap. Semula sembilan ABK sempat naik di atas kapal untuk menghindari tenggelam.

Namun, 5 Anak Buah Kapal (ABK) yang lain tidak kuat berpegangan kapal hingga terbawa arus laut. Sementara, 4 ABK lain bisa selamat, meski harus berpegangan kapal yang tengkurap hingga tiga hari.

"Saya dan 3 rekan lainnya terombang-ambing gelombang laut selama 3 hari tanpa makan, dan tanpa minum. Baru di hari ke 3, ada kapal jenis tongkang yang mengetahui keberadaan kami lalu menolong," terang Faturokhman.

Tokoh masyarakat Desa Kluwut A Mustaqin mengatakan, informasi terakhir telah ditemukan dua ABK lagi. Namun, masih belum diketahui identitasnya. Keduanya ditemukan tewas dan jenazahnya kini berada di RSCM Jakarta.

"Kami masih terus memantau perkembangannya. Kini masih tinggal dua orang yang hilang," tuturnya.