Notification

×

Didampingi Ruhut di GSG, Pramono Imbau Mahasiswa Tak Golput

18 January 2014 | 19:26 WIB Last Updated 2016-07-31T11:59:48Z
Pramono Edhie Wibowo

LAMPUNG - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo meminta mahasiswa untuk tidak golput pada Pemilihan Umum Legislatif maupun Pemilu Presiden 2014, karena akan menentukan pemimpin lima tahun ke depan.

"Saya menginginkan mahasiswa untuk tidak golput dan ikut dalam pemilu memilih pemimpin yang baik sesuai dengan hati nuraninya," kata dia, usai memberikan kuliah umum di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung, Bandar Lampung, Sabtu (18/1/2014).

Ia mengingatkan memilih pemimpin mendatang jangan hanya karena populer saja, tetapi juga harus dilihat rekam jejaknya karena akan menentukan bangsa ini ke depan.

"Meski ada bakal capres yang saat ini memiliki rating tinggi untuk dipilih tapi rekam jejaknya jelek, ya percuma," kata dia, seperti dilansir iyaa.com.

Karena itu, menurut dia, jangan salah untuk memilih pemimpin mendatang, yakni memilih presiden yang memiliki rekam jejak yang baik serta memiliki visi dan misi untuk membangun bangsa ini.

Pramono Edhie Wibowo yang juga peserta konvensi Capres Partai Demokrat itu mengatakan bahwa jika orang pandai yang memilih pasti pilihannya pemimpin yang baik.

"Namun jika kita tidak memilih, sementara orang lain memilih dan yang menjadi pemimpin dinilai kurang baik maka bagaimana bangsa ini ke depan. Jangan gadaikan bangsa ini lima tahun ke depan," katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul yang mendampingi Pramono Edhie Wibowo mengatakan bahwa hampir semua kampus di Tanah Air yang mengundang Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini tidak ada penolakan.

"Rata-rata kehadiran mahasiswa mencapai seribuan setiap kampus. Artinya tercermin bahwa sosok Pak Edhie dikenal di kalangan kampus," ujarnya.

Kuliah umum Pramono Edhie Wibowo di Universitas Lampung itu sendiri diwarnai aksi demonstrasi mahasiswa setempat.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lampung menggelar aksinya di depan GSG Unila.

Mereka dalam tuntutannya menolak kampus dijadikan ajang politik praktis yang dibingkai dengan seminar menghadirkan sejumlah elit politik yang akan bertarung dalam Pemilihan Umum Legislatif maupun Presiden.

Selain itu, mereka juga menolak atribut partai masuk kampus sehingga merusak citra kampus yang independen.

Mahasiswa dengan mengenakan jaket almamaternya dalam aksinya tersebut secara bergiliran menyampaikan orasi-orasi berisi penolakan kampus dijadikan ajang politik praktis.

Spanduk bertuliskan "Kampus kami bebas dari partai politik, jangan jual kampus kami," juga mewarnai aksi para pendemo.

Kuliah umum bertema "Sosialisasi empat pilar kebangsaan dan motivasi peran generasi muda menghindari golput dalam rangka bela negara untuk mewujudkan pembangunan nasional" itu, hadir Rektor Unila Sugeng P Harianto beserta sejumlah pembantu rektor dan dekan Unila.

Hadir pula sejumlah elit Partai Demokrat serta pengurus DPD Partai Demokrat Lampung.