![]() |
| Berlian Tihang |
LAMPUNG - Bakal calon gubernur (bacagub) Lampung yang diusung PDIP, Berlian Tihang, nampaknya harus mencari partai baru untuk merekomendasikannya maju dalam pemilihan gubernur (pilgub) mendatang.
Menurut sumber lampungonline.com, partai besutan Megawati Soekarnoputeri ini akan mencabut rekomendasi PDIP dari tangan Berlian Tihang.
"Bulan Februari 2014 nanti DPP PDIP akan mencabut rekomendasi bacagub dari Berlian,” ungkap sumber tersebut yang minta namanya dirahasiakan, saat dikonfirmasi, Minggu (22/12/2013).
Menurut dia, sosok Berlian belum cocok menjabat sebagai orang nomor satu di Lampung, karena Berlian kurang tegas serta tidak terbuka terhadap para kader PDIP.
"Berlian itu 'loyo', kurang gereget dan tertutup dengan para kader,” tegas sumber yang mengaku berpengaruh di DPP PDIP.
Dijelaskan, 'loyo' atau kurang gereget tersebut dalam arti Berlian kurang tegas dalam mengambil keputusan. Sedangkan tertutup dalam arti Berlian susah dihubungi, baik melalui telepon maupun bertemu langsung.
"Jika sms atau telpon Berlian saja sulit. Ingin bertemu dia dimana saja, baik di rumah atau kantor juga susah, tidak seperti pemimpin lain,” tukas dia.
Saat ditanya pengganti Berlian yang bakal diusung PDIP, menurut sumber, PDIP mungkin akan berkoalisi dengan partai besar seperti Golkar, PAN, atau Demokrat, yang akan diusung menjadi wakil atau cagub mendampingi Mukhlis Basri (kader PDIP).
"Saya pernah komunikasi dengan Ridho (Ridho Ficardo, Ketua Demokrat Lampung) sebelum pendaftaran bacagub, namun dia kurang merespons. Tapi namanya politik, kadang berubah,” kata sumber.
Dijelaskan, dirinya sangat kecewa dengan Berlian dikarenakan Berlian yang diusung PDIP belum terpilih menjadi gubernur terkesan seperti kacang lupa akan kulit.
"Berkat campur tangan saya, delapan bupati dan dua walikota Lampung terpilih. Mereka tidak begitu, beda dengan Berlian. Saya bukan menginginkan uang, tapi asal mereka ingat saja, “ ucap sumber.
Dia juga berpesan kepada semua kader PDIP agar jangan menjadi pengkhianat jika menjadi pemimpin. Itu sama saja mengkhianati rakyat. PDIP adalah partai Indonesia yang menjadi barometernya Soekarno.
"Kalau mengkhianati PDIP ukurannya bisa masuk penjara,” tandas sumber.
Sementara, Wakil Ketua DPD PDIP Lampung, Watoni Noerdin, SH, MH, ketika dihubungi mengatakan, kewenangan untuk merekomendasi dan mencabut kembali adalah kewenangan DPP. Untuk itu, DPP memilih secara selektif.
“Itu tidak benar, yang jelas DPP punya sikap,” kata dia. Menurut Watoni, isu terkait PDIP akan berkoalisi dengan partai lain untuk maju dalam pilgub adalah isu yang menyesatkan.
“PDIP bisa mengusung sendiri. Yang jelas PDIP tidak kemana-mana sebelum ada peraturan dari pusat, yaitu perintah dari Ibu Mega dan Tjahjo Kumolo,” tukasnya.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung yang juga kader PDIP, Nurhasanah mengaku dirinya belum mengetahui akan adanya pencabutan rekomendasi PDIP kepada Berlian Tihang.
“Saya belum tahu,” kata Nurhasanah singkat.
Sementara, pengamat politik Unila, Roby
Cahyadi Kurniawan mengatakan, keterangan sumber tersebut belum
sepenuhnya bisa dipercaya. Itu dikarenakan saat ini para bacagub sedang
mempersiapakan tes kesehatan, serta para tim sukses masing-masing
bacagub telah bersosialisasi.
"Itu tidak valid, karena terkesan terburu-buru dan para tim bacagub bersosialisasi terus berjalan,” kata Roby.
Sedangkan bacagub yang diusung PDIP, Berlian Tihang saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pribadinya dengan nomor 0812720xxxx enggan mengangkat telepon walau dalam keadaan aktif. SMS yang ditujukan pun tak dibalas. (and/fik)
