LAMPUNG - Gangguan pada Sistem Interkoneksi Sumatera (SIS) menyebabkan sebagian besar wilayah di Lampung mengalami pemadaman total (blackout), Sabtu (28/12/2013) malam.
Kepala bidang Humas PLN Distribusi Lampung I Ketut Darpa mengatakan, gangguan pada SIS terjadi akibat adanya kerusakan alat di Gardu Induk Menggala, Tulangbawang, Lampung,
Kepala bidang Humas PLN Distribusi Lampung I Ketut Darpa mengatakan, gangguan pada SIS terjadi akibat adanya kerusakan alat di Gardu Induk Menggala, Tulangbawang, Lampung,
"Kami sedang bekerja keras mengatasi kondisi tersebut, dan menjanjikan kondisi pasokan akan kembali normal secara bertahap," ujarnya.
Menurut dia, seperti dilansir beritasatu.com, 'blackout' terjadi pada hampir semua wilayah di Lampung, mulai dari Waykanan hingga Kalianda, Lampung Selatan.
Pemadaman terjadi sejak pukul 20.00 WIB, dan berakibat pada terganggunya aktivitas warga di seluruh wilayah Lampung.
Akibat gangguan pada SIS, Lampung mengalami defisit listrik sebesar 250 MegaWatt (MW) dari total kebutuhan saat beban punvak sebesar 710 MW pada rentan waktu antara pukul 17.00 hingga 23.00 WIB.
Ketergantungan PLN Distribusi Lampung terhadap SIS masih cukup besar karena tujuh pembangkit yang ada belum bisa memenuhi kebutuhan pasokan daya di daerah itu.
Sejumlah warga yang sedang beraktivitas mengeluhkan kondisi pemadaman yang terjadi saat puncak liburan tersebut.
Beberapa warga yang beraktivitas di "Car Free Night", sebuah acara pelarangan kendaraan roda empat melintasi Jalan Sriwijaya dan menyulap jalur tersebut menjadi pusat jajanan, menyatakan kekecewaan mereka.
"PLN betul-betul keterlaluan, acara jadi terganggu, karena Car Free Night betul-betul mengandalkan lampu jalan, tidak ada pedagang yang membawa genset," kata Reza, salah satu pedagang.
Hal yang sama juga diungkapkan warga lainnya, Wawan, yang sedang melakukan persiapan resepsi pernikahan keluarganya yang akan berlangsung Minggu pagi (29/12/2013).
Dia menyayangkan pemadaman tersebut karena saat listrik padam sedang melakukan dekorasi pelaminan, dan terpaksa menghentikan kegiatan tersebut.
"PLN harus introspeksi, bagaimana mungkin menaikan tarif listrik tapi padam listriknya semau gue," kata dia, kesal.
Dia berharap PLN Distribusi Lampung segera mengatasi hal tersebut secepatnya, karena sebagai konsumen terus merasa dirugikan akibat pemadaman yang tidak tentu.
Menurut dia, seperti dilansir beritasatu.com, 'blackout' terjadi pada hampir semua wilayah di Lampung, mulai dari Waykanan hingga Kalianda, Lampung Selatan.
Pemadaman terjadi sejak pukul 20.00 WIB, dan berakibat pada terganggunya aktivitas warga di seluruh wilayah Lampung.
Akibat gangguan pada SIS, Lampung mengalami defisit listrik sebesar 250 MegaWatt (MW) dari total kebutuhan saat beban punvak sebesar 710 MW pada rentan waktu antara pukul 17.00 hingga 23.00 WIB.
Ketergantungan PLN Distribusi Lampung terhadap SIS masih cukup besar karena tujuh pembangkit yang ada belum bisa memenuhi kebutuhan pasokan daya di daerah itu.
Sejumlah warga yang sedang beraktivitas mengeluhkan kondisi pemadaman yang terjadi saat puncak liburan tersebut.
Beberapa warga yang beraktivitas di "Car Free Night", sebuah acara pelarangan kendaraan roda empat melintasi Jalan Sriwijaya dan menyulap jalur tersebut menjadi pusat jajanan, menyatakan kekecewaan mereka.
"PLN betul-betul keterlaluan, acara jadi terganggu, karena Car Free Night betul-betul mengandalkan lampu jalan, tidak ada pedagang yang membawa genset," kata Reza, salah satu pedagang.
Hal yang sama juga diungkapkan warga lainnya, Wawan, yang sedang melakukan persiapan resepsi pernikahan keluarganya yang akan berlangsung Minggu pagi (29/12/2013).
Dia menyayangkan pemadaman tersebut karena saat listrik padam sedang melakukan dekorasi pelaminan, dan terpaksa menghentikan kegiatan tersebut.
"PLN harus introspeksi, bagaimana mungkin menaikan tarif listrik tapi padam listriknya semau gue," kata dia, kesal.
Dia berharap PLN Distribusi Lampung segera mengatasi hal tersebut secepatnya, karena sebagai konsumen terus merasa dirugikan akibat pemadaman yang tidak tentu.
