LAMPUNG - Jelang liburan sekolah yang jatuh pada awal pekan ini, arus kendaraan penumpang dan mobil pribadi yang melewati Jalan Lintas Sumatera dari Bandar Lampung menuju Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni di Lampung Selatan, Sabtu (21/12/2013) hingga Minggu (22/12/2013) mengalami kepadatan.
Sejumlah pengelola angkutan umum di Bandar Lampung membenarkan, penumpang yang menuju Bakauheni hendak menyeberang ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Merak Banten dalam dua hari ini lebih banyak dari sebelumnya.
Kondisi tersebut membuat arus kendaraan pengangkut penumpang dan mobil pribadi memenuhi Jalinsum dari Bandar Lampung menuju Bakauheni, sehingga harus berjalan relatif perlahan.
Apalagi pada beberapa ruas Jalan bypass Soekarno-Hatta dari kawasan Patung Raden Intan II di Rajabasa menuju Panjang, Bandar Lampung hingga perbatasan Kabupaten Lampung Selatan, masih ada yang sedang dalam perbaikan sehingga kendaraan harus berjalan merambat pelan-pelan.
"Benar, masih ada beberapa titik Jalinsum di Bandar Lampung menuju Bakauheni di kawasan Rajabasa hingga ke Panjang yang mengalami kemacetan, karena perbaikan jalan belum rampung," ujar Sukandar, pengemudi angkutan penumpang travel Bandar Lampung-Bakauheni, seperti dilansir beritasatu.com. Dia berharap kerusakan Jalinsum itu dapat segera diperbaiki sehingga tidak lagi mengalami kemacetan.
Menurut Sukandar, pada beberapa titik itu tingkat kemacetan tergolong parah, sehingga saat arus kendaraan padat dapat terjebak macet dan perjalanan menjadi melambat beberapa jam dari kondisi normal.
Sejumlah warga yang hendak menuju Bandara Raden Intan II Lampung mengaku terjebak macet di Jalinsum, sehingga nyaris terlambat sampai Bandara karena tersendat selama beberapa jam dari biasanya.
Penumpang Pesawat Khusus penumpang pesawat udara dari Bandar Udara Raden Intan II Lampung menuju Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng memasuki musim liburan sekolah masih normal dan tidak mengalami lonjakan yang berarti.
Dua maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandara Raden Intan II, Lampung, menyatakan lonjakan penumpang justru terjadi pada Kamis (19/12/2013) dan Jumat (20/12/2013), dengan tingkat kapasitas kursi penumpang terisi mencapai 100 persen.
Marketing dan Sales Manager Garuda Indonesia Lampung Basuki Sutiyono menyatakan, dalam dua hari terakhir, lonjakan penumpang justru terjadi dengan kapasitas kursi penumpang terisi mencapai 95 persen dari rata-rata penerbangan harian maskapai ini.
Sedangkan untuk penerbangan Sabtu dan Minggu ini, kapasitas bangku terisi baru mencapai 80 persen dari 162 kursi yang tersedia pada setiap penerbangan.
Sementara untuk tiket, Basuki mengaku masih menyediakannya, namun dengan rentang harga yang memasuki harga batas atas, antara Rp 649.000 hingga Rp 750.000, padahal saat bukan musim liburan, harganya berkisar Rp 460.000.
"Perbedaan harga tersebut merupakan hal yang biasa saat musim liburan, memang saat 'peak season' maskapai menaikkan harga sesuai dengan ketetapan pemerintah," kata dia pula.
Dalam sehari maskapai penerbangan Garuda Indonesia melayani lima kali penerbangan Lampung-Jakarta dan sebaliknya, dengan armada Boeing 737-800 berkapasitas 150 kursi kelas ekonomi dan 12 kursi kelas bisnis.
Kondisi yang sama juga dialami maskapai penerbangan Sriwijaya Air yang mengalami lonjakan penumpang justru pada Kamis dan Jumat ini.
"Penerbangan hari ini penuh sekali, hampir semua jadwal penerbangan terisi penuh, terjadi sejak kemarin," kata Manager Operasional Sriwijaya Air Henrico Fernando.
Dalam sehari, maskapai yang menggunakan nama kerajaan Sriwijaya itu melayani enam kali penerbangan rute Jakarta-Lampung dan sebaliknya, dengan menggunakan pesawat Boeing 737 seri 300, 400, dan 500M Sebaliknya, kapasitas kursi penumpang terisi untuk penerbangan Sabtu ini, merupakan awal liburan sekolah, baru mencapai 80 persen dari kapasitas 120, 148, dan 168 tempat duduk.
Harga tiket untuk jadwal penerbangan yang sama saat ini sudah berkisar antara Rp 432.000 hingga Rp 611.000 yang pada saat normal hanya berkisar pada harga Rp 311.000. Henrico memprediksi harga tiket yang cukup tinggi tersebut akan terus bertahan hingga akhir liburan sekolah pada pekan pertama Januari 2014.
