Notification

×

PNS MPP Perlu Ikut Pelatihan Kewirausahaan

17 October 2013 | 13:35 WIB Last Updated 2016-07-31T11:55:28Z

PRINGSEWU - Sejalan dengan perkembangan zaman dan munculnya tantangan baru di masa depan, serta kebijakan pemerintah dalam hal reformasi birokrasi, Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) sebagai perekat sekaligus wadah berhimpunnya para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang juga merupakan aparatur pemerintah, diharapkan dapat memberi kontribusi positif terhadap langkah-langkah reformasi birokrasi dimaksud, baik dalam hal kelembagaan, ketatalaksanaan, maupun sistem kepegawaian.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Pringsewu Handitya Narapati SZP, saat membuka pelatihan kewirausahaan bagi anggota Korpri, yang diselenggarakan Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Pringsewu, serta diikuti para PNS yang akan memasuki masa persiapan pensiun/purnabhakti (MPP), di kampus STIE Muhammadiyah Pringsewu, Kamis (17/10/2013).

Menurut Handitya Narapati SZP, kegiatan pelatihan kewirausahaan bagi anggota Korpri, terutama yang akan memasuki masa purnabhakti, dipandang perlu dalam menjalankan kehidupan dimasa pensiun sebagai abdi negara, sehingga nantinya para anggota Korpri yang telah memasuki masa pensiun masih memiliki aktivitas atau kegiatan yang positif yang dapat menopang atau menunjang kelangsungan kehidupannya sendiri dan keluarganya. 

"Kegiatan ini diharapkan menjadi bekal bagi para anggota Korpri yang telah memasuki masa purnabhakti untuk mengembangkan usaha-usaha di luar rutinitas yang telah dijalani sebagai abdi negara," katanya.

Loyalitas anggota Korpri sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, lanjut wabup, tetap harus didahulukan di samping senantiasa meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam penyelenggaraan pemerintahan sesuai prinsip-prinsip good governance, yang didukung oleh peningkatan budaya kerja yang efektif, efesien, dan profesional dalam melayani kepentingan masyarakat. 

"Saya berpesan bahwa PNS selaku anggota Korpri yang menjelang masa purnabhakti harus diberikan bekal keterampilan usaha agar tidak muncul 'post power syndrome' atau semacam gangguan kestabilan emosi, akibat berhentinya aktivitas rutin. Kegiatan semacam ini perlu didukung sehingga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berwirausaha bagi PNS setelah pensiun sekaligus untuk menambah penghasilan," ujarnya.

Wabup Pringsewu Handitya NarapatiN SZP juga berharap kepada peserta pelatihan agar benar-benar memanfaatkan kesempatan tersebut dan menggali pengetahuan praktis yang berguna untuk mengembangkan usaha dan keterampilannya, sehingga para pegawai yang akan memasuki masa purnabhakti mempunyai persiapan yang lebih baik terutama persiapan dalam mengisi waktu luang yang ada serta dapat berdampak secara ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan setelah tidak menjadi pegawai. (*/Humas Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara)