WAY KANAN - Pemerintah Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, berupaya meningkatkan produksi ikan dan kesejahteraan kelompok tani (koptan) setempat melalui budi daya di sungai dengan menggunakan keramba.
"Kecamatan Pakuanratu kami buat balai benih untuk budi daya ikan, terus yang sudah ada kami perkuat. Satu induk ikan bisa menghasilkan ribuan benih," ujar Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Kabupaten Way Kanan Raden Iskandar di Blambangan Umpu, Minggu (15/9/2013).
Pola budi daya yang akan digunakan di Pakuanratu, lanjutnya, adalah dengan memanfaatkan sungai untuk selanjutnya dibutakan keramba.
"Kita bikin keramba dan sudah bikin kelompoknya, sepuluh keramba dimiliki satu kelompok tani. Ke depan, bisa saja di wilayah lain seperti Kecamatan Gunung Labuhan untuk budi daya ikan, namun koptannya harus jelas, memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga," kata Raden lagi.
Pakuanratu merupakan wilayah Way Kanan yang berada di pedalaman. Diperlukan waktu sekitar empat jam dari Blambangan Umpu, ibu kota Way Kanan untuk menuju daerah itu.
"Siapa yang akan membangun di Pakuanratu jika bukan pemerintah. Bupati Bustami Zainudin mulai budi daya ikan di sana, dengan membangun rumah dan kolam. Nanti kita suruh kelompok tani yang kelola," ujar Raden lagi.
Namun demikian, kata dia menambahkan, kata kunci tercapai kesejahteraan bagi kelompok tani ialah penguatan kelembagaan guna memberi kontribusi bagi pembangunan pertanian di Way Kanan.
"Kelompok tani jangan hanya di atas kertas saja, namun kelompok tani yang memang aktif dan memiliki anggaran dasar maupun anggaran rumah tangga, serta sekurang-kurangnya mengadakan rapat anggota dua kali dalam satu tahun," kata Raden.
