Notification

×

Teknoekonomi Diperlukan Bagi Kemajuan Bangsa

07 September 2013 | 13:51 WIB Last Updated 2013-09-07T06:52:34Z
JAKARTA - Wakil Presiden Boediono menegaskan adanya interaksi ekonomi dan teknologi dalam pembangunan bangsa yang bermanfaat atau teknoekonomi dibutuhkan bagi kemajuan suatu bangsa.

Hal itu dikatakan Wapres dalam sambutannya saat menghadiri kuliah umum mantan Presiden BJ Habibie yang bertema membangun Indonesia berbasis iptek di Jakarta, Sabtu (7/9/2013) pagi, yang diselenggarakan Ikatan Alumni Program Habibie.

Menurut wapres, ekonomi dan teknologi harus dapat berinteraksi dengan baik, sehingga memberikan manfaat bagi pembangunan ekonomi. Interaksi keduanya tersebut, menurut wapres, dapat juga disebut teknoekonomi.

Wapres mengatakan, pada tahun 80-an dan 90-an sempat mencuat dikotomi antara para teknolog dan para ekonom dalam pembangunan bangsa. Pandangan tersebut sempat ramai dibicarakan khalayak. Hal ini, menurut Wapres, diakibatkan karena kurangnya pemahaman konsepsi adanya kesatuan antara teknologi dan ekonomi dalam pembangunan.

"Mengapa waktu itu terjadi dikotomi, barangkali konsep mengenai pembangunan tidak kita lihat secara utuh. Ekonomi dan teknologi satu, harus bisa berinteraksi dalam suatu sistem yang bisa bermanfaat, bisa kita sebut teknoekonomi," kata Wapres.

Wapres mensitir ekonom Joseph Schumpeter mengenai studi kemajuan suatu bangsa. Suatu bangsa dapat maju melalui dua jalur. Pertama adanya proses invensi (penemuan) yang diteruskan dengan inovasi dan kemudian diaplikasikan oleh para enterpreneur.

Selain itu, juga diperlukan adanya `creative destruction`, suatu proses yang pada intinya para pelaku baru yang lebih produktif dapat menggantikan mereka yang sebelumnya telah berada dalam sistem. Apabila hal ini, dan beku, tidak bisa digantikan, maka juga akan terjadi penyumbatan terhadap kemajuan.

"Disinilah kita lihat interaksi teknologi dan ekonomi. Kalau masing-masing ngotot, teknologi saja atau ekonomi saja ya tidak ketemu, kemajuan tidak akan terjadi. Mestinya satu sama lain saling menunjang," katanya.

Sementara itu dalam acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat diantaranya Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Ali, Menteri Pertanian Suswono dan Wakil Ketua DPR Sohibul Iman.