Notification

×

Polda Lampung Lepas Regu Tapak Tilas Polri

09 September 2013 | 20:27 WIB Last Updated 2016-07-31T12:02:06Z

LAMPUNG - Kepolisian Daerah Lampung melepas regu tapak tilas sejarah perjuangan Polri dari Sabang hingga Merauke, dengan satu regu berjumlah sembilan orang.

"Regu beranting `napak` (tapak, red.) tilas sejarah perjuangan Polri ada sembilan personel yang akan menyusuri jejak sejarah Polri dari Sabang hingga Merauke," kata Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih di Bandarlampung, Senin (9/9/2013).

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tapak tilas ini bertujuan menyusuri jejak sejarah perjuangan Polri dari Sabang hingga Merauke, dan merupakan ritual untuk menumbuhkan jiwa patriotisme serta semangat solidaritas insan bhayangkara.

Tapak tilas itu memiliki makna sebagai kegiatan untuk mencari tahu atau menelisik jejak-jejak yang memiliki makna historis pada sejumlah tempat tertentu, dengan berjalan kaki menelusuri jalan yang pernah dilalui oleh pasukan pejuang serta untuk mengenang perjuangan nenek moyang.

Tapak tilas sejarah perjuangan bhayangkara Polri dari Sabang hingga Merauke ini, menurut Sulistyaningsih, dapat membangkitkan semangat nasionalisme dan solidaritas insan bhayangkara dalam menghadapi dinamika masyarakat yang semakin komplek.

Ia menuturkan bahwa empat hari setelah kemerdekaan Indonesia pada tanggal 21 Agustus 1945, barisan polisi saat itu memproklamirkan diri sebagai pasukan polisi RI yang dipimpin Inspektur Kelas I (Letnan Satu) Polisi Mochammad Jasin di Surabaya.

Langkah awal setelah memproklamasikan diri, Polri melakukan pembersihan dan perlucutan senjata terhadap tentara Jepang yang kalah perang.

Sejarah bergulir, pada tanggal 29 September 1945 ketika tentara Sekutu yang diboncengi Belanda masuk menyerbu Indonesia dengan dalih ingin melucuti tentara Jepang.

"Akan tetapi, pada kenyataannya pasukan Sekutu tersebut justru ingin membantu Belanda menjajah kembali Indonesia. Puncak pertempuran terjadi pada tanggal 10 November 1945 yang kelak dikenang sebagai pertempuran Surabaya dan pada tanggal tersebut dijadikan Hari Pahlawan," katanya pula.

Ia menegaskan bahwa pasukan polisi dalam mengobarkan semangat perlawanan rakyat ketika itu sangat besar peranannya, selain mencipatakan keamanan dan ketertiban di dalam negeri.

Polri juga dilibatkan dalam berbagai organisasi militer untuk menumpas pemberontakan DI/TII, PRRI Permesta, PKI, dan RMS.

Bahkan, Polri juga terlibat aktif dalam tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban internasional, berdasarkan kebijakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang meminta bantuan pasukan polisi termasuk dari Indonesia untuk ikut aktif dalam berbagai operasi kepolisian internasional.

Dinamika perjalanan sejarah Polri itu pun tidak terlepas dari tugas pokok sebagai pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, penegak hukum, pengayom, serta pelayan masyarakat, demikian Sulistyaningsih.